LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Firli kalah dalam praperadilan kasus sumpah palsu yang diajukan Kamel (56). Akibatnya, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Kamel wajib dibataklan karena dianggap tidak sah.

Kasus gugatan praperadilan ini bermula saat terjadi silang sengketa antara PT SBA melawan Walikota Palembang, terkait penerbitan IMB tahun 2016 dengan PT ICM sebagai tergugat II.

Pada tingkat banding, IMB itu dicabut Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan lalu dikuatkan dengan putusan tingkat kasasi.

PT ICM lantas tak terima dan mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Nah, saat berkas PK diperiksa PTUN Palembang, Kamel dihadirkan sebagai saksi. Namun muncul masalah setelah Kamel malah dijadikan tersangka dengan tuduhan sumpah palsu lalu ditahan mulai 30 Juli 2019 lalu Merasa ada tindakan tak adil terhadapnya, Kamel menggugat Kapolda Sumsel dan Dirkrimum Polda Sulsel.

“Menyatakan tindakan Termohon yang menetapkan Pemohon sebagai Tersangka atas dugaan peristiwa tindak pidana Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 242 ayat (1) KUHP, adalah tidak sah dan tidak berdasar hukum,” ujar hakim tunggal Toch Simanjuntak, seperti dilansir website MA, Senin (19/8/2019).

Hakim Toch Simanjuntak juga berpendapat, tindakan penangkapan Kapolda Sumsel terhadap Kamel tidak sah dan tidak berdasar hukum, termasuk juga penahanan yang dilakukan. “Memerintahkan Termohon menghentikan Penyidikan atas dugaan peristiwa tindak pidana dalam dugaan tindak pidana sumpah palsu dan keterangan palsu karena tidak sah dan tidak berdasar hukum,” pungkas hakim Toch Sumanjuntak dalam sidang pada 14 Agustus lalu seperti dikutip dari detik.com. @/LI-15