Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Awas! Gangguan pendengaran di Indonesia tiap tahun meningat, alat bantu khusus remaja capai 7%
Gangguan pendengaran bisa menimpa segala usia. Alat bantu pendengaran nampak menjadi solusi. @dok.istimewa
HEADLINE

Awas! Gangguan pendengaran di Indonesia tiap tahun meningat, alat bantu khusus remaja capai 7% 

LENSAINDONESIA.COM: Gangguan pendengaran dapat menimpa segala usia, dari remaja hingga orang tua. Data kebutuhan penggunaan alat bantu dengar, ternyata setiap tahun menunjukkan peningkatan. Bahkan, pengguna baru usia remaja di tahun 2019 mencapai 7 persen.

Pusat alat bantu dengar Melawai mencatat sampai tengah 2019, 1 dari 10 Lansia (Lanjut Usia) dan 1 dari 3 usia diatas 65 tahun di Indonesia merupakan pengguna baru alat bantu dengar. Jumlah pengguna baru di usia remaja mencapai 7%.

Gangguan pendengaran umumnya disebabkan beberapa factor. Antara lain, mendengar suara bising >85 Db terus menerus lebih dari 4 jam sehari, infeksi telinga, dan faktor usia/penuaan.

Andreas Tanujaya, Sales & Marketing Manager Pusat Alat Bantu Dengar Melawai, mengatakan, “Gangguan pendengaran memiliki beberapa gejala yang dapat dikenali dengan mudah. Biasanya dimulai dengan sering meminta orang lain mengulang apa yang diucapkannya.”

Lanjut Andreas, ketika mengikuti rapat atau pertemuan, biasanya mengalami kesulitan memahami percakapan. Terkadang penderita gangguan pendengaran merasa masih dapat mendengar orang berbicara namun tidak jelas. “Dan, yang paling mudah dikenali, sering menaikkan volume televisi atau radio.”

Seseorang yang memiliki gejala pendengaran sebaiknya segera memeriksakan kesehatan pendengarannya. Salah satunya di Pusat Alat Bantu Dengar MELAWAI yang akan memberikan solusi terbaik bagi gangguan pendengaran tersebut. Di Pusat Alat Bantu Dengar MELAWAI, penderita gangguan pendengaran dapat menjalani pemeriksaan pendengaran secara gratis. Antara lain, otoscopy/video otoscopy, audiometry terkomputerisasi yang canggih dan modern, Tympanometry dan Free Field Test (FFT) yang disesuaikan dengan kondisi penderita.

Otoscopy/video otoscopy dilakukan untuk mengetahui kondisi telinga luar yang meliputi daun telinga, liang telinga, gendang telinga dan belakang daun telinga; audiometry untuk mengetahui ambang dengar seseorang, jenis gangguan pendengaran, derajat ketulian, dan batas daya tahan pendengaran seseorang jika mendengar suara keras; dan Tympanometry untuk mengetahui kondisi/fungsi telinga tengah yang meliputi gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, kondisi Tuba Esutachius, tekanan kavum timpani, dan otot-otot tulang-tulang pendengaran.

Baca Juga:  Dua perangakat desa sebut Padepokan Kanjeng Dimas untuk kegiatan istighosah

Untuk mengetahui perbandingan kondisi ambang dengar pasien sebelum dan sesudah menggunakan alat bantu dengar dilakukan pemeriksaan Free Field Test. “Setelah melalui pemeriksaan yang teliti dengan teknologi terkini, maka penderita gangguan pendengaran akan mendapat penanganan terbaik, termasuk pemilihan alat bantu dengar yang sesuai dengan kondisi pendengaran penderita,” kata Andreas Tanujaya.

Salah satu layanan di Pusat Alat Bantu Dengar MELAWAI adalah dapat melakukan pemasangan Alat Bantu Dengar merk terkemuka di dunia yaitu Widex dari Denmark. Alat bantu dengar ini tersedia dalam berbagai model untuk dipakai di belakang telinga maupun dalam telinga.

Pengguna dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Di Pusat Alat Bantu Dengar MELAWAI masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai gangguan pendengaran dan rehabilitasinya, pemeliharaan dan pencegahan gangguan pendengaran, serta pemakaian dan perawatan Alat Bantu Dengar.

Pusat Alat Bantu Dengar MELAWAI telah hadir lebih dari 22 tahun untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan pendengaran dan gangguan pendengaran, yang didukung dengan fasilitas dan tenaga ahli berstandar tinggi. Komitmen pelayanan terbaik dan produk berkualitas tinggi menjadikan Pusat Alat Bantu Dengar Melawai dipercaya oleh masyarakat Indonesia. @licom

Autentikasi:
Agrakom