Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
KMUP Bandung desak adili tindakan rasis terhadap Mahasiswa Papua
Mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung. @dok.ist
HEADLINE

KMUP Bandung desak adili tindakan rasis terhadap Mahasiswa Papua 

LENSAINDONESIA.COM: Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (KMUP) Bandung, minta Pemerintah dan aparat penegak hukum mengadili tindakan persekusi, tuduhan berbau rasis terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya dan beberapa kota di Jatim dan Jateng pada hari-hari belakangan ini.

KMUP prihatin adanya tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab itu, hingga memantik aksi besar-besaran dari kelompok mahasiswa di Manokwari, Papua.

Karena itu, para mahasiswa Bandung, Jawa Barat yang tergabung dalam KMUP mengeluarkan pernyataan sikap. KMUP menilai, selama 74 tahun sejak Indonesia merdeka, bangsa ini masih belum mampu menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.

KMUP menyayangkan, peristiwa justru terjadi tepat 17 Agustus 2019 ketika bangsa Indonesia tengah merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami prihatin adanya persekusi, tuduhan dan perlakuan rasis terhadap saudara-saudara kami Mahasiswa Papua di Surabaya, yang kemudian merambah daerah-daerah lain seperti Malang dan Semarang,” tegas Bigwantsa, Humas KMUP dalam keterangan persnya yang diterima LENSAINDONESIA.COM Biro Jawa Barat, Selasa (20/8/2019).

Bigwantsa mengemukakan, fakta bahwa selama ini pelanggaran HAM masih persoalan terbesar yang dihadapi masyarakat Papua. Sehingga, memicu hasrat kelompok masyarakat Papua yang lain untuk memerdekakan diri. Sebaliknya, stigmatisasi terhadap kelompok itu kerap dijadikan pembenaran bertindak yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

“Ini konsekuensi logis, apabila fenomena yang dialami mahasiswa Papua di beberapa tempat tersebut memicu kemarahan masyarakat dan mahasiswa di Manokwari, 19 Agustus 2019, meski pun tindakan perusakan tidak dapat dibenarkan,” ucap Bigwantsa.

Sebagai sesama mahasiswa dan sesama putera Indonesia, KMUP menyatakan sikap mengutuk keras tindakan yang dilakukan oknum aparat, Ormas, dan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab atas persekusi, represifitas dan tindakan rasialis kepada para mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.

Baca Juga:  Penjaringan bakal calon wali kota PDIP Surabaya laris manis

KMUP menuntut Pemerintah dan semua aparat penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahaan tersebut. Sekaligus, mengadili mereka yang bertindak meresahkan ketenangan dan kedamaian masyarakat, KMUP juga mengingatkan dan mengimbau Pemerintah, agar menjamin hak dan kebebasan para mahasiswa-mahasiswi Papua di seluruh wilayah Indonesia tanpa stigmatisasi oleh kelompok tertentu.
Selain itu, jangan ada tindakan-tindakan berbau kekerasan yang berkedok mempertahankan persatuan dan kesatuan.

Selain itu KMUP mengajak elemen pergerakan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mendirikan “Crisis Center” di setiap kampus sebagai wadah intelektual kritis yang berfungsi menjadi sarana advokasi tahap awal terhadap mahasiswa dan masyarakat di wilayah kampus. “Untuk mencegah adanya korban akibat tindakan pelanggaran HAM dan kemanusiaan,” pungkas Bigwantsa. @rony