Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Waspada kasus UAS, Prof Rhenald Kasali: Baiknya menahan diri
Ustadz Abdul Somad dan Prof Rhenald Kasali (kanan). @ist.
HEADLINE

Waspada kasus UAS, Prof Rhenald Kasali: Baiknya menahan diri 

LENSAINDONESIA.COM: Prof Rhenald Kasali Ph.D mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap kontroversi kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dinilainya menyakitkan hati dan pikiran masyarakat Nasrani.

Guru besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia ini mengajak untuk menganalisi analisis kasus UAS pakai Anatomi Mobilisasi dan sHARE dalam kerangka #MO )mobilisasi dan Orkestrasi).

“Tampak jelas ada kelompok yang sengaja sedang siapkan langkah-langkah untuk melakukan #MO (mobilisasi dan orkestrasi) yang ujungnya sudah bisa diterka outcomes dan negosiasi apa yang akan diambil,” ungkap Rhenald Kasali dalam keterangan tertulisnya yang diunggah di WAG, Senin (19/8/2019).

Memakai anatomi Mobilisasi, menurut Renald, pemicunya adalah kekalahan Pilpres 2019, lalu aksidennya diciptakan yaitu ceramah UAS tiga tahun lalu.

Pernyataan dalam ceramah UAS yang viral di medsos, dinilai Guru Besar ini, sengaja ada yang menyebarluaskan. Renald Kasali masih tanda tanya apakah viral ceramah UAS yang melukai hati bisa merugikan atau menyulitkan UAS. Namun, ia menganalisis ada yang berpikir hal ini tidak merugikan bagi keluarga besar yang menyebarkannya.

“Kalau pun merugikan, hanya membuat UAS sedikit sulit saja. Tapi, bisa menggerakkan mobilisasi besar permusuhan dan keuntungan bagi kelompok yang akan dibubarkan Negara,” terangnya.

Rhenald mensinyalir semua itu sudah cukup menjadi story yang kuat untuk melakukan mobilisasi yang akan merepotkan negara dan pihak lain.

“Baiknya menahan diri agar teman-teman kelompok gereja tahan jari dan mulut…. Jangan terpancing memberi kemenangan pada pihak-pihak tertentu yang tengah bermasalah dan sedang cari story yang relevan,” urai Rhenald.

Hari-hari belakangan ini, Renold mengakui mencermati postingan beragam berita yang isinya adu domba semua. Mulai dari case BUMN, calon menteri, ekonomi ke depan yang memang sedang gloomy, Perpindahan ibukota sampai PLN dan ATM bank Mandiri (sampai hoax tetangg kebangkrutannya) dan lain lainl yan memang saudara punya alasan untuk marah. @jrk/licom_09

Baca Juga:  Berpakaian Pejuang, DPRD Surabaya dan Wali Kota Risma sahkan APBD 2020