Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dituding aniaya anggota Rawon, Wankum FC balik laporkan kasus dugaan pengeroyokan ke polisi
Yudha, wartawan NET TV didampingi pengacara Andry Ermawan, melapor ke Polrestabes Surabaya
HEADLINE

Dituding aniaya anggota Rawon, Wankum FC balik laporkan kasus dugaan pengeroyokan ke polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Laporan kasus dugaan penganiayaan anggota Rawon FC, Mohammad Syahril (26) warga Jl Bumiarjo IV, ke Polsek Wonokromo, direspon tegas pihak Wankum (wartawan hukum) FC, dengan melakukan tindakan yang sama ke Polrestabes Surabaya.

Rabu (21/8/2019), Wankum FC yang merupakan kelompok kerja (pokja) wartawan hukum biasa melakukan peliputan di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Surabaya, mendatangi SPKT Polrestabes Surabaya dengan melaporkan Mohammad Syahril cs, atas dugaan pengeroyokan yang dilakukan usai pertandingan futsal Kapolres Tanjung Perak Cup 2019.

Didampingi Andry Ermawan selaku kuasa hukum Wankum FC, Yudha Wardana dan Rofik resmi membuat laporan atas penganiayaan yang dilakukan Syahril dan kawan kawan.
Yudha dengan nomor laporan polisi: STTLP/B/723/VIII/RES.1.24./2019/JATIM/RESTABES SBY.

“Pasca peristiwa tersebut, kami sudah ada kesepakatan damai yang difasilitasi panitia penyelenggara. Namun mereka malah melapor ke Polsek Wonokromo. Padahal dalam insiden itu, ofisial dan saya sendiri menjadi korban pemukulan yang dilakukan Syahril, sehingga ada reaksi balasan serupa. Namun saat itu juga kami sudah clear dan sepakat damai,” terang Yudha, selaku divisi olahraga Wankum FC.

Yudha menambahkan, pihaknya melaporkan Syahril dan kawan kawan ke Polrestabes Surabaya dalam kasus dugaan pengeroyokan. “Kami laporkan kasus pengeroyokan sesuai pasal 170 KUHP,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kesepakatan damai antara kedua pihak itu sendiri diungkapkan Ketua Panitia Futsal Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Cup 2019, Narendra Bakrie dari JatimNow.com. Pihaknya menyatakan setelah adanya insiden pada Senin (19/8/2019) tersebut, kedua kubu sudah sepakat tidak memperpanjang masalah.

“Pasca keributan, panitia bersama tim futsal lain sudah mendamaikan kedua kubu. Mereka juga sudah menerima dan saling minta maaf jadi masalah tersebut kita anggap sudah selesai,” jelas Narendra Bakrie melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga:  HUT Jatim ke-74, Khofifah bebaskan pajak motor dan mobil

Sementara, Syahril yang telah membuat pernyataan di media dengan mengaku dirinya menjadi korban pengeroyokan, saat dihubungi melalui ponselnya enggan memberikan tanggapan. @rofik