Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Indonesia harus damai dan toleran, ini tujuh pernyataan 11 organisasi kepemudaan nasional
Perwakilan dari sebelas organisasi kepemudaan menyampaikan poin-poin pernyataan sikap mereka kepada wartawan. @
HEADLINE

Indonesia harus damai dan toleran, ini tujuh pernyataan 11 organisasi kepemudaan nasional 

LENSAINDONESIA.COM: Prihatin menghadapi isu-isu kebangsaan yang sedang hangat hari-hari terakhir ini, 11 organisasi kepemudaan di tanah air berkumpul membuat pernyataan sikap, di Jakarta, Selasa (20/2/2019).

Organisasi-organisasi kepemudaan itu menyesalkan peristiwa terkait isu Papua yang terjadi di Malang dan Surabaya, disusul beberapa kota lain, yang menyulut kemarahan masyarakat Papua.

Ada tujuh poin pernyataan sikap kesebelas organisasi kepemudaan itu. Mereka juga menghimbau masyarakat Papua untuk menahan diri.

“ Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia terkhusus warga Nusantara di Tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) untuk menahan diri, tidak cepat terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar di media sosial, serta mengupayakan terbangunnya dialog yang damai dan kondusif di antara sesama anak bangsa,” papar Frederikus T yang mewakili PP Pemuda Katolik dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2/2019).

Kesebelasan organisasi itu antara lain perwakilan dari PP GP Ansor; Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto; PB Pemuda Muslimin Indonesia M Sabilly; DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi; Ketum DPP GAMKI, Willem Wandik; PP Pemuda Katolik, Frederikus T- Ketum PP GPI, Masri Ikoni; -Sekjend DPP GEMABUDHI, Suprionoto; Waketum DPN PERADAH Indonesia, Asan; Pemuda PGPI, Petrus Sihombing; DPP AKGI, John Nainggolan.

Para pimpinan dari kesebelas organisasi kepemudaan nasional bersatu menyatakan sikap mewujudkan Indonesia damai dan toleran. @save

Berikut pernyataan poin-poin sikap selengkapnya yang ditandatangani kesebelas organisasi itu;

1. Menyesalkan peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya, yang juga disusul beberapa kota lainnya, bahwa masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

2. Mendesak negara untuk secara serius menghilangkan stigma rasial dan diskriminatif dalam setiap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Sila ke-2 Pancasila, UUD 1945, dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca Juga:  Surabaya juara umum Kejurnas Selam Piala Gubernur Jatim 2019

3. Meminta pemerintah, aparat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga negara Indonesia untuk tidak mengucapkan ujaran kebencian, penghinaan terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA), serta tindakan represif, diskriminatif, ataupun persekusi terhadap sesama warga negara sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

4. Meminta kepada lembaga agama, lembaga adat, dan lembaga masyarakat untuk mengingatkan, memantau, dan bertanggungjawab terhadap setiap ucapan dari tokoh/pemuka lembaga masing-masing agar tidak menimbulkan perpecahan dan ketersinggungan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

5. Mengapresiasi permohonan maaf dari Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya, dan Walikota Malang yang disampaikan untuk mahasiswa dan masyarakat Papua, serta meminta semua kepala daerah dan aparat negara menjamin keamanan, keselamatan, dan perlindungan kepada setiap warga negara tanpa terkecuali. Mengapresiasi pernyataan dari Presiden Joko Widodo yang menenangkan dan meminta masyarakat untuk saling memaafkan.

6. Mendesak adanya pengusutan tuntas dan penegakan hukum yang seadil-adilnya terkait beberapa kasus/persoalan kebangsaan yang terjadi beberapa waktu terakhir, terkhusus kepada pelaku, aktor intelektual, aparat, dan ormas yang menyulut terjadinya persoalan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

7. Menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia terkhusus warga Nusantara di Tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) untuk menahan diri, tidak cepat terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar di media sosial, serta mengupayakan terbangunnya dialog yang damai dan kondusif di antara sesama anak bangsa demi meningkatkan kesejahteraan dan harkat hidup masyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sehingga Indonesia menjadi negara yang besar dan mampu bersaing secara global. @jrk/licom_09