Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Papua rusuh, FKPPI Surabaya pecat Tri Susanti
Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya, Hengki Jajang Permana (kiri) bersama Ketua PD XIII FKPPI Jatim Gatot Sudjito dan Sekretaris PD XIII FKPP Jatim Tony Hartono. FOTO: LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Papua rusuh, FKPPI Surabaya pecat Tri Susanti 

LENSAINDONESIA.COM: Pengurus Cabang 1330 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Kota Surabaya memecat Tri Susanti dari keanggotaan.

Pemecatan ini terkait keterlibatan Tri Susanti dalam aksi depan Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Jalan Kalasan Surabaya pada Jumat 16 Agustus 2019 lalu terkait perobohan dan pembuangan bendera merah putih.

Aksi di Surabaya tersebut akhirnya memicu ketegangan di sejumlah daerah dan kerusuhan di Papua. Dan bahkan, FKPPI disebut sebagai pemicunya.

“Kami telah putuskan untuk mencabut yang bersangkutan dari keanggotaan FKPPI,” kata Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya, Hengki Jajang Permana di sela persiapan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Pengurus Daerah PD XIII Jawa Timur di Hotel Singgasana Surabaya, Kamis malam (22/08/2019).

Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya, Hengki Jajang Permana menegaskan, bahwa FKPPI secara lembaga tidak mengeluarkan intsruksi kepada anggota untuk melakukan aksi apapun. Sehingga ia memastikan tidak ada anggota FKPPI berada di lokasi.

Terkait keberadaan Tri Susanti memimpin aksi. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak mewakili organisasi FKPPI.

Hengki menyatakan, pencabutan keanggotaan Wakil Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya tersebut sudah final, meski pihanya masih memberi kesempatan kepada Tri Susanti untuk menyampaikan klarifikasi.

“Hasil rapat dengan PD XIII FKPPI Jatim keputusan sudah final dan tidak bisa berubah. Yang utama bagi kami adalah NKRI,” tandasnya.

Pengurus PD XIII FKPPI Jatim dan PC 1330 FKPPI Kota Surabaya di Hotel Singghasana, Kamis malam (22/08/2019). FOTO: LICOM

Sementara itu, Ketua PD XIII FKPPI Jatim Gatot Sudjito menyampaikan pencabutan keanggotaan Tri Susanti merupakan keputusan organisasi.

“Itu (tindakkan Tri Susanti) daya kejutnya luar biasa. Dampaknya bisa mengganggu stabilitas keamanan hingga menyebabkan perpecahan bangsa,” katanya.

Gatot menyayangkan tindakkan Tri Susanti berjalan sendiri tanpa sepengetahuan dan persetujuan FKPPI.

Politisi Partai Golkar ini juga memastikan bahwa FKPPI tidak memberi bantuan hukum saat Tri Susanti diperiksa polisi terkait aksi di asrama mahasiswa Papua Jl Kalasan Surabaya 16 Agustus lalu.

Baca Juga:  Acara GM FKPPI Jatim yang dihadiri politisi PDIP Ahmad Basarah di Blitar menuai protes, nyaris dibubarkan!

“Tentunya kita (PD FKPPI Jatim) tidak memberikan itu (bantuan hukum) sebab yang bersangkutan sudah dicopot keanggotaanya oleh PC 1330 FKPPI Surabaya sebelum pemeriksaan dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, dalam aksi di depan asrama Mahasiswa Papua itu, Tri Susanti bertindak sebagai korlap aksi.

Mantan Caleg Partai Gerindra itu disebut memimpin sejumlah orang dalam berdemo yang berujung tindakan persekusi terhadap mahasiswa Papua tersebut.@LI-13