Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Praktisi hukum Unair sarankan Ratih Retnowati hindari status DPO
Ratih Retnowati (tengah) saat dilantik sebagai anggota DPRD Kota Surabaya, Sabtu (24/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Praktisi hukum Unair sarankan Ratih Retnowati hindari status DPO 

LENSAINDONESIA.COM: Praktisi hukum dari Universitas Airlangga (Unair) I Wayan Titip Sulaksana menyarakan kepada anggota DPRD Kota Surabaya Ratih Retnowati agar menghindari status daftar pencarian orang (DPO).

Ini lantaran politisi Partai Demokrat yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 tersebut selalu mangkir dari pemeriksaan penyidik Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Ratih juga terlihat “kabur” meniggalkan lokasi usai dilantik sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 siang tadi.

“Saya eman cantiknya kalau jadi buronan jaksa. Jangan sampai jadi DPO, seperti teroris aja. Sudahlah, sebaiknya Mbak Ratih mendatangi kejaksaan jangan mempersulit penyidikan,” kata Wayan kepada lensaindonesia.com melalui telepon, Sabtu (24/08/2019).

Menurut Wayan, Ratih tidak perlu terus menghindari proses hukum, apalagi takut. Sebab, hal itu sama saja dengan mempersulit penyidikan.

Wayan memahami bahwa psikologis
mantan ketua DPC Partai Demokrat Surabaya cukup tertekan dengan adanya status tersangka.

“Kalau tidak bersalah kenapa takut?. Datang saja ke kejaksaan,” sarannya.

Meski menyarankan Ratih untuk bersikap kooperatif, Wayan juga meminta Kejari Tanjung Perak tegas dan tidak tebang pilih. Mengingat, tiga tersangka yang sudah ditahan adalah anggota DPRD yang tidak terpilih lagi di periode 2019-2024.

“Pihak kejaksaan tidak ada alasan takut untuk menangkap, menahan dan meproses mbak Ratih, sekalipun yang bersangkutan anggota dewan. Memangnya anggota dewan itu kebal hukum?” ujarnya.

Sebelumnya, Kejari Tanjung Perak telah melakukan penahanan terhadap tiga anggota DPRD Surabaya yang menjadi tersang kasus dugaan korupsi Jasmas, mereka diantaranya Sugito (Partai Hanura), Aden Dharmawan (PAN) dan Binti Rochmah (Golkar).

Sedangkan Ratih yang ditetapkan tersangka sejak Senin 19 Agustus 2019
itu hingga saat ini belum ditahan. Anggota dewan tiga periode itu tidak menghadiri tiga kali panggilan pemeriksaan.@LI-13

Baca Juga:  Gandeng AMSI, Balai Bahasa Jatim sosialisasi berbahasa dan cara penulisan