Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
E-voting, PKS Surabaya gelar pemilu internal tentukan calon wali kota
PKS Surabaya gelar pemilu internal tentukan calon wali kota. FOTO: IWAN-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

E-voting, PKS Surabaya gelar pemilu internal tentukan calon wali kota 

LENSAINDONESIA.COM: DPD PKS Surabaya menggelar Pemilu internal menentukan calon kepala daerah.

Pemilu Internal untuk memilih bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota Surabaya 2020 ini menggunakam sistem e-Voting.

Sekretaris DPD PKS Surabaya Cahyo Siswo Utomo menyampaikan, pemilu internal ini diikuti oleh pengurus dan kader PKS.

“Dalam Pemilu Internal ini, yang mempunyai hak memilih adalah 31 Ketua DPC dan para Kader Inti dari DPD PKS,” ujar Cahyo Siswo Utomo, Sekretaris Umum DPD PKS Surabaya, Minggu (25/08/2019).

Menurut Cahyo, Pemilu Internal kali ini berbeda dengan pemilu internal sebelumnya, perbedaannya adalah kali ini para pemilih memilih dengan mekanisme e-Voting. “Pemilu pakai sistem online yakni dengan menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan,” imbun Cahyo.

Beberapa kader potensial yang dianggap memiliki elektabilitas dan popularitas cukup tinggi menjadi calon yang akan dipilih. Diantaranya, Sigit Sosiantomo, anggota DPR RI, Ahmad Jabir Ketua MPW PKS Jawa Timur, Arif Hari Setiawan Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur, Fatkur Rohman Anggota DPRD Kota Surabaya tiga periode sekaligus Sekretaris MPW PKS Jawa Timur, Akhmad Suyanto Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya sekaligus Anggota DPRD empat periode, Reni Astuti Anggota DPRD tiga periode, Achmad Zakaria, anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 – 2019 sekaligus Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jawa Timur, dan Ibnu Shobir Anggota DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Bidang Pembangunan Keumatan dan Dakwah DPW PKS Jatim.

“Masih ada juga lima kader terbaik PKS lainnya,” tambah pria yang sering disapa Mas Cahyo ini.

Hasil pemilihan umum internal ini akan dirapatkan dengan TPPD (Tim Pemenangan Pemilukada Daerah).

“Untuk mekanismenya nanti setelah selesai hasilnya akan dirapatkan oleh internal TPPD kemudian dilaporkan ke DPW dan DPP untuk mendapatkan persetujuan,” tutur Cahyo.@wan

Baca Juga:  BNPT: Mahasiwa PKN STAN harus punya nasionalisme tinggi hadapi serangan ideologi lain