Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dua bidang tanah miliknya dijual orang, Sugianto lapor Polda Jatim
Sugianto (kanan) bersama kuasa hukumnya usai melapor di Mapolda Jatim, Minggu (25/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Dua bidang tanah miliknya dijual orang, Sugianto lapor Polda Jatim 

LENSAINDONESIA.COM: Sugianto, warga Kabupaten Sumenep, Madura melapor ke Polda Jawa Timur, Minggu (25/08/2019).

Sugianto mencari keadilan atas dua bidang tanahnya di Jalan Simo Kalangan Surabaya yang ia dijadikan jaminan piutang tiba-tiba berbalik nama atas nama orang lain.

Ismet selaku kuasa hukum Sugiarto mengungkapkan, sesuai dengan laporan polisi nomor: LPB/729/VIII/2019/UM/Jatim, bahwa pihak yang menjadi terlapor adalah Johan Wahyudi alias Oki (39) warga Babatan, Dukuh Pakis Surabaya.

Menurutnya, Johan Wahyudi telah membalik nama dan menjual dua bidang tanah Sugiarto.

“Hari ini kami telah resmi melaporkan Johan Wahyudi atas dugaan penipuan dan penggelapan,” ujarnya di Mapolda Jatim.

Diungkapkan Ismet, kasus ini diawali hutang piutang sebesar Rp 2,5 miliar antara Sugianto dan Johan. Namun hutang piutang tersebut terdapat kejanggalannya karena disertai dengan pembuatan akta Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB) yang disertai pernyataan kuasa jual dari Sugianto kepada Johan.

“Sedangkan uang Rp 2,5 miliar yang ditransfer oleh terlapor kepada Sugianto memuat berita acara seolah-olah sebagai bukti telah terjadi pelunasan pembelian tanah sebesar Rp 10 miliar, atas dua buah obyek tanah serta bangunan SHM Nomor 1072 dan SHM Nomor 7811 di Jalan Simo Kalangan II No. 185 dengan total luas kurang lebih 5.700 meter persegi,” terang Ismet.

Sugianto yang tidak mengetahui kemudian hendak melunasi uang Rp 2,5 miliar kepada Johan. Namun ternyata dua obyek tanah miliknya tersebut telah berpindah tangan kepada orang lain, yakni Hendra Thie Mailattu (36), yang tinggal di Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

“BPN memberikan keterangan bahwa tanah itu sudah pindah tangan. Padahal uang Rp 2,5 miliar itu cuma utang. Kalau memang ada transaksi jual beli Rp 10 miliar, sisanya (uangnya) mana?” sebutnya.

Baca Juga:  Tegaskan masih ketua KPK, Agus Rahardjo janji selesaikan masa bakti hingga Desember 2019

Ismet menduga, keterangan pelunasan pada bukti transfer itu dijadikan oleh terlapor sebagi alat transaksi di notaris untuk mengalihkan dua obyek SHM milik pelapor menjadi milik Hendra Thie tanpa sepengetahuan Sugianto.

Lebih dari itu, Hendra kemudian mengalihkan atau menjual kedua bidang tanah tersebut kepada seseorang bernama Stanley Radita dengan AJB yang dibuat di Notaris PPAT Radina Lindawati.

Atas ulah Wahyudi ini, Sugianto mengalami kerugikan sebesar Rp 62 miliar.@rofik