Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Puluhan emak-emak rela nyungsep dalam kubangan lumpur demi berebut ayam
Emak-emak Perumahan Taman Mutiara, Salatiga, tak ragu berkubang lumpur demi oerayaan HUT RI (lulu)
HEADLINE

Puluhan emak-emak rela nyungsep dalam kubangan lumpur demi berebut ayam 

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan ibu-ibu ‘perkasa’ di Perumahan Taman Mutiara Salatiga rela berjibaku dalam lumpur sawah yang belum digarap demi berjuang mendapatkan ayam, Minggu (25/8/2019) pagi.

Tapi jangan salah, ternyata semangat emak-emak itu masih dalam rangka lomba memeriahkan HUT RI ke-74. Pertandingan tarik tambang itu sengaja digelar di kubangan lumpur untuk menambah keseruan.

Ibu-ibu rumah tangga serta remaja putri yang dalam kesehariannya jauh dari hal-hal kotor, kali ini tak peduli harus bergelimang di atas lumpur yang mengotori kaki, baju bahkan wajah mereka

Keseruan makin meriah saat kelompok yang kalah tak mampu menahan tarikan lawan sehingga harus rela ‘nyungsep’ di atas lumpur sawah yang becek.

“Ayo ibu bisa, ibu bisa,” teriak seorang remaja putri memberi semangat dua kelompok ibu-ibu yang tengah berlaga.

Nuansa lucu dan meriah nampak dalam suasana kebersamaan serta kerukunan warga RW X Perumahan Taman Mutiara dalam kegiatan puncak HUT RI ke-74 kali ini.

Untuk memacu semangat para peserta lomba tarik tambang, panitia menyediakan puluhan ekor ayam potong sumbangan dari warga setempat. Selain itu, sejumlah doorprize juga disediakan untuk peserta.

Ketua RW X Perumahan Taman Mutiara, Salatiga, Sigit Arinto Putro
mengatakan, ide kegiatan lomba tarik tambang di atas lumpur ini justru muncul atas inisiatif ibu-ibu setempat. Acara ini digelar setelah sekitar 400 warga mengikuti acara jalan sehat mengelilingi perumahan.

“Lomba ini untuk memeriahkan HUT RI ke-74. Dan syukur Alhamdulillah puncak rangkaian lomba 17an di perumahan Taman Mutiara ini adalah tarik tambang ibu-ibu yang berlangsung meriah,” papar Sigit. @lulu

Baca Juga:  Ketua Harian Halal Institute, H. SJ Arifin: "MUI dan Kemenag layak diapresiasi kinerja terkait UU JPH"