Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Purel karaoke mengaku disuplai narkoba dari di dalam lapas
Emil Anggara Kartika (menutup wajah) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Surabaya, Senin (26/08/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Purel karaoke mengaku disuplai narkoba dari di dalam lapas 

LENSAINDONESIA.COM: Emil Anggara Kartika (27) ditangkap petugas Unit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu.

Ibu muda warga Kedungdoro, Surabaya itu bekuk di saat berada di tempat kost Jl. Amir Hamzah, Wonokromo pada Selasa 20 Agustus 2019 sekitar pukul 18.40 WIB.

Wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (purel) salah satu karaoke kawasan Surabaya Timur tersebut mengaku, dirinya mengkonsumsi sabu agar lebih kuat bagadang saat bekerja.

“Saya kerja malam sampai pagi, biar fresh dan kuat begadang saya pakai sabu,” katanya saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/08/2019).

Disinggung asal usul dirinya terjerumus ke dunia narkoba, ibu dua anak ini mengaku karena mengikuti sang suami.

Diketahui, suami Emil merupakan pengedar sabu yang saat ini tengah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Dulu pakai sama suami, sekarang jadi kebiasaan. Sering dikirimi juga (masih sering dikirimi sabu dari lapas oleh suami,” ujarnya.

Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya Iptu Danang Eko Abrianto tidak membantah pernyataan tersangka yang sering mendapa suplai dari sabu suaminya yang saat ini mendekam di Lapas.

“Memang pengakuannya seperti itu. Tersangka sering mendapat suplai sabu dari suaminya,” ungkapnya.

Danang menyampaikan, selain menangkap Emil, di hari yang sama pihaknya juga membekuk Abdul Latif alias AL (20) yang berada di kost no 204 dan ditemukan barang bukti sabu seberat 0,28 gram yang diakui milik Akhmat Syaikh Raqi alias ASR.

“Tersangka AL ini merupakan kurir dari ASR sehingga kami melakukan penangkapan dan kami sita barang bukti sabu seberat 1,5 gram yang dikemas menjadi beberapa poket serta 2000 butir pil double L,” tambahnya.

Baca Juga:  Atasi kebakaran Gunung Arjuno, Pemprov dan BNPB kerahkan Heli Water Bombing

Dari hasil pengembangan, tersangka ASR mengaku bahwa sabu tersebut didapat dari Aji (DPO) sementara pil double L didapat dari Gunadi sesama penghuni kost dimana saat melakukan penggeledahan sedanpesta sabu bersama tiga teman lainnya yakni Juliyono (24), Dimas Arya Priyanto (23) dan Alfar Al Ghofiqi (24).

“Dari pengakuan tersangka ini, kami langsung melakukan penggeledahan di kamar no 208, dan mereka sedang pesta sabu. Dari dalam kamar tersebut kami amankan barang bukti 41 ribu pil double L,” pungkas Danang.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, petugas menjerat para tersangka dengan pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana selama 15 tahun penjara.@rofik