Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahasiwa Stikes ABI Surabaya demo protes dugaan penyelewengan dana oleh oknum kampus
Ratusan mahasiswa Stikes ABI Surabaya demo protes dugaan penyelewengan dana, Selasa (27/08/2019). FOTO: Rofik-LICOM
AKTIVIS

Mahasiwa Stikes ABI Surabaya demo protes dugaan penyelewengan dana oleh oknum kampus 

LENSAINDONESIA.COM: Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi Iswara ( Stikes ABI) Surabaya menggelar demo memprotes adanya dugaan penyelewengan dana mahasiswa oleh oknum kampus, Selasa (27/08/2019).

Dalam aksi di halaman Kampus Stikes ABI di Jl Pumpungan Surabaya ini, para mahasiswa menuntut Pembantu Ketua II Stikes Abi Surabaya Nunuk Nurhayati mundur dari jabatanya karena diduga telah menyelewengkan dana SPP dengan dalih biaya Labaoratorium serta adanya iuran pembelian baju batik seharga Rp 400 ribu.

Para mahasiswa prodi kesehatan itu terus berteriak-teriak dengan lewat pengeras suara “Turun.. turun… Turunkan Bu Nunuk! Turunkan bu Nunuk sekarang juga.”

“Kami diminta membeli seragam batik seharga Rp 200 ribu, namun faktanya hanya diberikan kain,” terang salah satu mahasiswa.

Mahasiswa yang sebagian besar perempuan ini mendesak pihak yayasan untuk mempertemukan perwakilan mahasiswa dengan Nunuk.

Pantauan lensaindonesia.com, para mahasiswa ini terus bertahan dan meminta bertemu denganwakil ketua II Nunuk Nurharyati untuk mendapat penjelasan langsung dari Nunuk sambil berteriak korupsi.

“Korupsi, korupsi, korupsi,” teriak para mahasiswa.

Salah satu mahasiswa D3 Kesehatan Nindya mengatakan, aksi mahasiswa menuntut oknum Pembantu Ketua II Stikes Abi Surabaya agar turun dari jabatannya.

Diduga oknum tesebut kurang transparan terkait pembayaran uang SPP dan uang laboratorium mahsiswa.

“Kami demo di sini untuk menurunkan PK II, banyak alasannya. Masalah SPP juga naik tidak ada kejelasan dan juga terkait pembayaran lab,” kata Nindya.

Sementara itu, Iqbal Hidayat  mahasiswa Prodi Kesehatan jurusan S1 Keperawatan, semester 8 mengatakan ada kenaikan uang SPP yang kurang transparan.

“Yang kita permasalah adalah kejelasan terkait kenaikan uang SPP Rp 4,2 juta yang sebelumnya hanya Rp 4 juta. Selain itu uang Rp 200 ribu sebagai tambahan dapat baju batik. Tapi ternyata hanya dikasih kain batik. Jadi kita jahit sendiri dan ada tambahan uang sendiri buat menjahit,”terang Iqbal.

Baca Juga:  Pelantikan Jokowi dipastikan aman, Tetap waspada dari gangguan

“Selain itu juga terselip dana pembayaran lab sebesar Rp 600 ribu. Padahal setiap semester kita bayar, tapi tidak ada pembaruan alat, bahkan ada yang tidak mampu membayar terus dihina,” ungkapnya.

Iqbal juga mengatakan jika para mahasiwa hanya menuntut PK II Stikes ABI Surabaya segera diturunkan dari jabatannya.

“Kami tidak ingin bu Nunuk keluar, tapi hanya ingin nunuk turun jabatan menjadi dosen bidan lagi,” tandas Iqbal.

Saat ini, para mahasiswa masih duduk didepan kampus. Sedangkan petugas kepolisian dari Polsek Sukolilo masih terlihat berjaga.@rofik