LENSAINDONESIA.COM: Tersangka ujaran kebencian dan penghasutan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Tri Susanti datant memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur, Senin (02/09/2019).

Sebelumnya Tri Susanti sempat mangkir dari panggilan karena alasan sakit.

Mantan calon legislatif Partai Gerindra itu tiba di Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim sekitar pukul 11. 00 WIB. Ia didampingi kuasa hukumnya.

“Ini merupakan panggilan yang ketiga kali karena kemarin kondisi Bu Tri Susanti tidak fit,” kata Sahid, kuasa hukum Tri Susanti.

Sementara itu, Tri Susanti menyatakan telah siap diperiksa sebagai tersangka. “Insyaallah,” katanya.

Susi menegaskan, dirinya tidak merasa melakukan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua saat pengepungan asrama mereka. “Tidak,” katanya. Ia heran dengan sangkaan diskriminasi yang dialamatkan kepadanya.

Susi merupakan koordinator lapangan (korlap) massa gabungan ormas yang mengepung asrama mahasiswa Papua. Karena kasus itu, dia dipecat dari anggota FKPPI. Semula dia menjabat Wakil Ketua Cabang FKPPI 1330 Kota Surabaya.

Dia diduga telah menghasut dengan menyebarkan informasi hoaks di media sosial mengenai perusakan bendara Merah Putih di depan asrama mahasiswa Papua. Dia juga disangka menggerakkan dan memprovokasi massa.

Tri Susanti dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 dan atau Pasal 15 tentang peraturan hukum pidana.@LI-13