Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Berlakunya Kawasan Tanpa Rokok, APKLI khawatir ada gesekan dengan pedagang kaki lima
Ilustrasi pedagang rokok kaki lima. Istimewa
EKONOMI & BISNIS

Berlakunya Kawasan Tanpa Rokok, APKLI khawatir ada gesekan dengan pedagang kaki lima 

LENSAINDONESIA.COM: Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Jatim menghimbau peraturan walikota (Perwali) terkait pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok agar tak mematikan pedagang rokok kaki lima.ikustrasi

Hal tersebut disampaikan Adi Mulyadi, Ketua APKLI Jatim secara tegas mengatakan, jika perda KTR diterapkan, maka muncul.tentunya kekhawatiran bagi pedagang kecil penjual rokok tentunya.

“PKL tersebut justru menopang eksistensi produksi rokok. Untuk itu, kami selaku PKL mampu berkontribusi di sektor ekonomi Kota Surabaya,” terang Adi di Surabaya, Senin (02/09/2019).

Ia menambahkan, pihaknya sempat membahas perda PKL hingga kini belum juga ada perwalinya. Bahkan, saat ini ada sekitar 28 ribu PKL di Kota Surabaya menjual berbagai merk rokok.

“Sementara ini ya I g tercatat di APKLI ada 18 ribu PKL. Jika perwali perda tentang KTR diterapkan, maka dikhawatirkan akan mengganggu para PKL,” tandasnya.

Dalam klausul perda, Adi Mulyadi mengatakan ada pasal ambigu , yakni yang ada dalam salah satu pasal Perda KTR menyebutkan ada klausul tempat umum lain.

“Inilah kekhawatiran kami jika ada larangan merokok di tempat umum seperti taman,” ucap Adi.

Terkait pembatasan di wilayah sekolah, rumah sakit, sarana kesehatan, arena kegiatan anak, tempat ibadah, dan angkutan umum, pihaknya tidak mempermasalahkan.

“Kami tetap mendukung pembatasan itu karena memang harus dilakukan asal tidak mematikan usaha pedagang kecil (PKL) yang berjualan rokok,” tutup Adi.@Eld-Licom

Baca Juga:  Sofyan Edi pastikan Kota Malang selalu kondusif dan terhindar dari konflik sosial