Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gubernur Khofifah cairkan Bantuan Keuangan Desa tahap II Rp14,350 miliar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Bantuan Keuangan Desa tahap II. FOTO: SARIFA-LICOM
HEADLINE PROOTONOMI

Gubernur Khofifah cairkan Bantuan Keuangan Desa tahap II Rp14,350 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencairkan Bantuan Keuangan kepada Desa (BK Desa) 2019.

Dalam BK Desa tahap kedua untuk melaksanakan program Nawa Bhakti Satya melalui Jatim Amanah (CETTAR) ini, Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan BK kepada 135 desa dengan total Rp 14,350 miliar.

Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kuasa Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (DPA-KPPKD) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019 tanggal 31 Desember 2018 nomor: 903/310/203.2/2018 tentang Belanja Bantuan Keuangan kepada Desa (BK Desa) tahun anggaran 2019, jumlah desa calon penerima BK Desa tahun 2019
sebanyak 247 desa dari 23 kabupaten. Total Anggaran sebesar Rp 45.645.000.000.

“Sedangkan pada acara hari ini, sebanyak 135 desa dari 10 kabupaten, telah melalui tahap verifikasi, tinjau lapang dan tahapan yang terakhir yaitu Surat Keputusan Gubernur tentang penetapan Desa Penerima Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019 tahap II,” kata Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Indah Wahyuni usai acara di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (05/09/2019).

Ke-135 desa yang mendapatkan BK Desa dengan total senilai Rp 14,350 miliar berada di Bangkalan (1 desa) Rp 200.000.000, Kabupaten Kediri (1 desa) Rp 500.000.000, Bojonegoro (58 desa) Rp 4.030.000.000, Trenggalek (1 desa) Rp 100.000.000, Jombang (17 desa) Rp. 1.720.000.000, Magetan (7 desa) Rp 700.000.000, Kabupaten Mojokerto (6 desa) Rp 400.000.000, Kabupaten Pasuruan (32 desa) Rp 4.900.000.000, Tuban (6 desa) Rp 800.000.000, Tulungagung (6 desa) Rp 1.000.000.000.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pentingnya membangun desa. Dan hal itu ia tuliskan melalui media sosialnya, Instagram yang bertuliskan ‘Sareng Makaryo Mbangun Desa’.

“Pesan Presiden Jokowi bahwa membangun desa jangan bersifat parsial, tapi harus terintegrasi. Kemudian, membangun pertetanggaan antardesa dengan baik dan membangun strong partnership. Kepala desa harus melakukan pemetaan, apakah warga desanya sudah bahagia atau tidak,” kata gubernur.

Baca Juga:  Penjualan Mifi turun hingga 50 persen, Smartfren geber undian Wow berharap pelanggan tambah 2 juta

Karen itu, Khofifah juga menginstruksikan kepada Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, agar desa yang telah mendapat program bantuan keuangan desa agar dievaluasi dan mendapat perkuatan.

“Desa yang mendapat BK Desa diharapkan tidak hanya menjadi desa berkembang, tapi menjadi desa maju dan mandiri,” tutupnya.@sarifa