Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dukung program zero accident, mahasiswa Unipra Surabaya ciptakan mesin penghacur sampah bebas kecelakaan kerja
Kepala Jurusan Fakultas Teknik Industri Unipra Surabaya, Wahyu Eko Cahyono, ST. MT menunjukkan safety sensor yang dipasangan di mesin shedder sampah. FOTO: arga-LICOM
EDUKASI

Dukung program zero accident, mahasiswa Unipra Surabaya ciptakan mesin penghacur sampah bebas kecelakaan kerja 

LENSAINDONESIA.COM: Guna mendukung program pemerintah dalam melaksanakan Zero Accident (nihil kecelakaan kerja), mahasiswa Teknik Industri Universitas WR Supratman (Unipra) Surabaya mencitakan mesin shredder atau penghacur sampah yang dilengkapi safety sensor (sensor pengaman).

Kepala Jurusan Fakultas Teknik Industri Unipra, Wahyu Eko Cahyono, ST. MT mengatakan, mesin pengrajang sampah hasil tugas akhir kuliah mahasiswa Unipra sangat cocok diterapkan di tengah masyarakat. Sebab, mesin tersebut dilengkapi sensor pengaman otomatis. Dimana safety sensor akan berkerja dengan sendirinya bila ada jari atau bagian tubuh penggunanya mendekati pisau pengrajang.

“Mesin akan mati dengan sendirinya bila ada tangan atau bagian tubuh penggunanya melewati sensor yang dipasang di dekat pisau pengrajang. Jadi sangat aman bagi penggunanya,” paparnya.

Keunggulan lain dari mesin pengrajang sampah ini yaitu putaran pisau pengrajang akan berbalik arah bila mana ada benda keras yang tidak mampu diolah atau dihancurkan.

“Putaran pisau akan langsung berbalik arah untuk mengeluarkan benda keras tadi. Kemudian setelah benda keras itu muncul ke permukaan, pisau pengrajang akan kembali berputar sesuai arah sebelumnya untuk menghancurkan benda keras tersebut sedikit demi-sedikit. Jadi mesin tidak mati tetapi secara otomatis dia akan berkerja untuk menyesuaikan kemampuannya,” jelasnya.

Pembuatan mesin pengrajang sampah ini, kata Eko Cahyono, dirampungkan selama kurang lebih dua minggu oleh para mahasiswa.

“Produk ini dikerjakan selama kurang lebih dua minggu. Biaya yang dibutuhkan total sekitar Rp8 juta. Sekarang sedang menjalani proses pengajuan hak paten,” sebutnya.@arga

Baca Juga:  Survei IDM pada Pilwakot Medan: Elektabilitas Maruli Siahaan bisa geser Petahana