Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Modal Rp8 juta, mahasiswa Unipra ciptakan mesin penghacur sampah dilengkapi safety sensor
Kepala Jurusan Fakultas Teknik Industri Unipra Surabaya, Wahyu Eko Cahyono, ST. MT menunjukkan safety sensor yang dipasangan di mesin shedder sampah. FOTO: arga-LICOM
EDUKASI

Modal Rp8 juta, mahasiswa Unipra ciptakan mesin penghacur sampah dilengkapi safety sensor 

LENSAINDONESIA.COM: Mahasiswa Teknik Industri Universitas WR Supratman (Unipra) Surabaya menciptakan mesin shredder atau penghacur sampah canggih dengan biaya cukup murah.

Ya, biaya pembuatan mesin penghancur sampah yang dilengkapi safety sensor untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja tersebut hanya Rp8 juta.

Kepala Jurusan Fakultas Teknik Industri Unipra, Wahyu Eko Cahyono, ST. MT mengatakan, mesin pengrajang sampah karya mahasiswa Unipra sangat cocok diterapkan di tengah masyarakat, sebab mesin tersebut dilengkapi sensor pengaman otomatis. Dimana safety sensor akan berkerja secara otomatis bila ada jari atau bagian tubuh penggunanya mendekati pisau pengrajang.

“Mesin akan mati dengan sendirinya bila ada tangan atau bagian tubuh penggunanya melewati sensor yang dipasang di dekat pisau pengrajang. Jadi sangat aman bagi penggunanya,” paparnya.

Keunggulan lain dari mesin karya mahasiswa ini yaitu putaran pisau pengrajang akan berbalik arah bila mana ada benda keras yang tidak bisa diolah atau dihancurkan.

“Putaran pisau akan langsung berbalik arah untuk mengeluarkan benda keras tadi. Kemudian setelah benda keras itu muncul ke permukaan, pisau pengrajang akan kembali berputar sesuai arah sebelumnya untuk menghancurkan benda keras tersebut sedikit demi sedikit. Jadi mesin tidak mati tetapi secara otomatis dia akan berkerja untuk menyesuaikan kemampuannya,” jelasnya.

Pembuatan mesin pengrajang sampah ini, kata Eko Cahyono, dirampungkan selama kurang lebih dua minggu oleh mahasiswa.

“Produk ini dikerjakan selama kurang lebih dua minggu. Biaya yang dibutuhkan total sekitar Rp8 juta. Sekarang sedang menjalani proses pengajuan hak paten,” sebutnya.

Eko Cahyono menyampaikan, mesin shredder sampah ini merupakan salah satu dari tujuh karya tugas akhir mahasiswa masa perkuliahan 2018/2019.@arga

Baca Juga:  154 pemain ikuti seleksi pembentukan tim futsal Jatim