Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dosen UI kembangkan model pemberdayaan berbasis ‘mobile’ penguatan basis data masalah Kesejahteraan sosial di Depok
(Foto: Ilustrasi)
EDUKASI

Dosen UI kembangkan model pemberdayaan berbasis ‘mobile’ penguatan basis data masalah Kesejahteraan sosial di Depok 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Pengabdi Masyarakat yang terdiri atas sejumlah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dengan menciptakan sebuah model pemberdayaan kader sosial yang disertai dengan pengembangan sistem informasi berbasis android yang tepat guna.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas data PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Adapun data PMKS tersebut dapat dimanfaatkan pada proses 1) rehabilitasi sosial; 2) jaminan sosial; 3) pemberdayaan sosial; 4) perlindungan sosial; dan 5) penanggulangan kemiskinan serta dapat dipantau secara terus menerus tingkat kesejahteraannya.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi yang dikembangkan oleh Dosen FKM UI, Ketua Pengmas FKM UI Dr. Besral, SKM, M.Sc beserta tim menggelar pelatihan penggunaan aplikasi berbasis Android bagi kader social yang dilaksanakan pada Rabu (11/9) di ruang Rapat Teratai Lantai 1 Gedung Balaikota, Kompleks Walikota Depok.

Dr. Besral menuturkan, “Metode yang akan digunakan adalah menggunakan aplikasi pengumpulan data berbasis android yang saat ini dimiliki oleh masyarakat awam. Aplikasi ini berbasis open source dan tersedia di play store,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta (11/09/2019).

Form Pendataan berbasis mobile mengadopsi formulir pendaftaran yang telah tim kembangkan sebelumnya. Namun terdapat sejumlah penambahan fitur yang pada aplikasi berbasis mobile ini, yaitu Pertama, Pengguna dapat mengetahui koordinat para PMKS berada, sehingga nantinya akan ditampilkan dalam bentuk dashboard lokasi pasti dan info para PMKS di Kota Depok (lihat bagian uraian kegiatan).

Kedua, Data dapat dikirimkan saat itu juga, real time, ataupun dapat dilakukan offline pada saat tertentu dan dikirimkan ketika sudah berada pada daerah yang memiliki jaringan internet. Dengan dihasilkannya basis data dan dashboard lokasi koordinat pasti dalam bentuk google maps, maka data dapat lebih akurat dan dapat dilakukan pemantauan status kesejahteraan sosialnya kapanpun sesuai dengan titik koordinat di google maps.

Baca Juga:  KNKT selidik pendaratan darurat Batik Air akibat pilot serangan jantung

Penggunaan aplikasi berbasis mobile oleh kader sosial ini diharapakan mampu mengatasi keterbatasan data dan informasi di tingkat populasi. Keberlangsungan program ini akan dapat dijamin nelalui keterlibatan kader sosial, selain kader merupakan bagian dari masyarakat yang mengetahui secara pasti kondisi dilapangan, kader juga merupakan partner tenaga sosial dalam melaksanakan program-program kesejahteraan sosial.@licom