Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Peringati HUT ke-41, FKPPI berkomitmen menjaga keutuhan NKRI
Tasyakuran HUT ke-41 FKPPI di Sekretariat PD XIII FKPPI Jawa Timur Jalan Raden Wijaya Surabaya, Kamis (12/09/2019). FOTO: LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Peringati HUT ke-41, FKPPI berkomitmen menjaga keutuhan NKRI 

LENSAINDONESIA.COM: Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Jawa Timur menggelar peringatan HUT FKPPI ke-41 di Surabaya, Kamis (12/09/2019).

Peringatan HUT dimulai dengan acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sepuluh Nopember di Jl Mayjen Sungkono kemudian dilanjutkan dengan Tasyaskuran di Sekreteriat FKPPI Jatim di Jalan Raden Wijaya Surabaya.
Sekretaris Pengurus Daerah (PD) XIII FKPPI Jatim, Tony Hartono menyampaikan, tabur bunga adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap acara HUT FKPPI.

“Tabur bunga di makam pahlawan adalah kegiatan wajib untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara Indonesia. Ini adalah bagian dari perhormatan kita sebagai generasi penerus,” katanya.

Dalam memperingati HUT FKPPI, lanjut Tony, Keluarga Besar (KB) FKPPI Jatim telah menggelar rangkain kegiatan, diantaranya melakukan kajian dan diskusi kelompok terfokus (FGD), seminar kebangsaan, Training of Trainer (ToT) Bela Negara, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), bakti sosial, dan pembentukan sekaligus pelantikan pengurus tiga organisasi sayap FKPPI.

Tiga organisasi sayap terserbut dintaranya, Generasi Muda (GM) FKPPI Jawa Timur, Himpunan Pengusaha dan Wirausaha Indonesia (HIPWI) FKPPI Jatim, Wanita (WI) FKPPI Jatim, dan Badan Bela Negara FKKPPI Jawa Timur.

KB FKPPI Jawa Timur peringati HUT FKPPI ke-41. FOTO: licom

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) XIII FKPPI Jawa Timur Gatot Sudjito menyampaikan, bahwa FKPPI berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Wujud menjaga persatuan dan kesatuan yang saat ini diemban seluruh anggota FKPPI adalah melawan intoleransi dan radikalisme di Indonesia.

Gatot mengatakan, saat ini ancaman intoleransi dan radikalisme berkembang secara luar biasa melalui teknologi informasi begitu luar biasa. Bahkan kerusuhan yang terjadi di masyarakat, seperti di Papua, salah satunya juga akibat pengaruh media sosial.

Baca Juga:  Kuasa hukum FWJ polisikan "debt collector" ACC Finance, kerahkan 15 orang resahkan warga di Depok

“Sekarang ini era revolusi teknologi, semua orang, muda dan tua, akan melihat HP Android yang berisi pesan-pesan yang tak hanya positif, tapi juga negatif seperti hoax yang menimbulkan kebencian-kebencian . Ini akan menimbulkan disintegrasi bangsa, kebencian, intoleransi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Karena itu, kata Gatot, dalam menjaga persatuan dan kesatuan, FKPPI akan terus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat.@LI-13