Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
11 kontraktor dan SKK Migas kerja bareng tertibkan alur pengadaan
SKK Migas, ikustrasi-istimewa. Foto: katadata
EKONOMI & BISNIS

11 kontraktor dan SKK Migas kerja bareng tertibkan alur pengadaan 

LENSAINDONESIA.COM: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan 11 Kontraktor sepakat tandatangani Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk operasi wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa).

Kretarto Hendro Wibowo mewakili General Manager (GM) Asset 4 mengatakan, industri migas di sektor hulu merupakan bisnis teregulasi. Diantaranya proses pengadaan merupakan bagian dari pengelolaan rantai suplai.

“Saat rantai suplai sudah sesuai aturan, maka pengelolaan bisnis pada sektor hulu migas menjadi lebih transparan dan akuntabel,” tegas Kretarto dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Kamis (12/9/2019).

Ia menambahkan, untuk pengelolaan rantai suplai industri hulu migas tentunya ada inovasi untuk percepatan, penyederhanaan proses dan menjamin akuntabilitas. Sebab tu, peran pengelolaan rantai suplai harus mampu menjamin ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan.

“Itu pun harus sesuai jadwal dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan operasional KKKS untuk kegiatan lifting migas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi memaparkan beberapa prinsip dasar Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa KKKS. Yakni harus Efektif, Efisien, Kompetitif, Transparan, Berwawasan lingkungan, Kapasitas Nasional, Bertanggung Jawab dan Adil.

“Sesuai dengan situasi industri migas saat ini, SKK Migas berkomitmen terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery,” imbuh Erwin.

Ia berpendapat hal tersebut bisa dilakukan melalui pengadaan. Diantaranya, penerapan strategi kontrak yang tepat. Halnya sesuai performance base untuk implementasi new technology, pengadaan (kontrak) bersama berikut peningkatan kapasitas nasional melalui capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Peningkatan kemampuan nasional akan menciptakan multiplier effect lebih luas bagi perekonomian nasional dengan banyaknya penerapan tenaga kerja,” tutup Erwin.@Rel-Licom

Baca Juga:  Target bisa ekspor, PT NJS hadirkan produk terbaru Swarowsky di Surabaya International Jewellery Fair 2019