Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Melompat dari lantai 5, pengedar narkoba di Surabaya tewas terbentur tangga
Kepolisian bersama anggota TNI dan PMI mengevakuasi jenazah korban yang melompat dari lantai V sebuah showroom Jl Manyar Kertoarjo, Surabaya, Sabtu (14/09/2019). FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JAKARTA

Melompat dari lantai 5, pengedar narkoba di Surabaya tewas terbentur tangga 

LENSAINDONESIA.COM: Andi Susanto (31) seorang pengedar narkoba tewas setelah melompat dari lantai 5 sebuah gedung showroom mobil di Jl Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jumat (13/09/2019).

Warga Jl Manyar Sabrangan V, Surabaya itu nekat melompat dari ketinggian karena mencoba kabur saat disergap petugas sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian mengungkapkan, kejadian bermula saat petugas Unit Idik III Satreskoba melakukan pengembangan kasus narkoba dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Andi Susanto.

Saat itu, Andi Susanto berada di tempat kerjanya yaitu showroom mobil bekas Citra Mandiri di Jl Manyar Kertoarjo.

Mengetahui kedatangan petugas Andi Susanto langsung panik dan melarikan diri ke lantai 5.

“Mengetahui kedatangan anggota, tersangka langsung melarikan diri ke Lantai 5, berusaha melompat ke rumah warga yang berada tepat di belakang showroom tempatnya bekerja,” terang Memo.

Namun nahas, meski meski berhasil melompat ke rumah warga, tersangka terperosok dan terjatuh di tangga dan kepalanya terbentur ke lantai hingga mengalami luka cukup parah.

“Saat melompat, tersangka terjatuh di anak tangga hingga mengalami luka di kepalanya dan tewas di tempat,” ungkap Memo.

Dari penyisiran di showroom tersebut, di lantai 5 petugas mendapati barang bukti satu bungkus plastik berisi pil double L yang di duga dibuang tersangka sebelum melompat.

“Selain itu, kami juga mendapatkan barang bukti sabu di saku belang sebelah kanan tersangka,” paparnya lebih lanjut.

Jenazah korban saat ini telah dilarikan ke RSUD dr Soetomo.

Sementara pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan meminta jenazah segera dipulangkan.

“Keluarga tersangka menolak dilakukan otopsi sehingga kami buatkan pernyataan,” pungkasnya.@rofik

Baca Juga:  Lengkapi berkas pendaftaran, Vinsensius Awey serius maju Pilwali Surabaya melalui NasDem