Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Wali Kota Malang berharap Lansia wariskan budi pekerti pada generasi muda 
Wali Kota Sutiaji saat bercengkrama dengan para Lansia Kota Malang. FOTO: AJI-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Wali Kota Malang berharap Lansia wariskan budi pekerti pada generasi muda  

LENSAINDONESIA.COM: Para orang tua yang sidah lanjut usia (Lansia)  diharap bisa mewariskan budi pekerti pada kalangan generasi muda, penerus bangsa.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji saat jagongan bersama Lansia memperingati HUT Lanjut Usia (Lansia) ke-23 di Taman Lansia Indragiri, Hall Istana Dieng, Kota Malang, Minggu (14/09/2019).

Sutiaji mengatakan bahwa dukungan dari para lansia sangat penting, terutama dalam upaya menguatkan misi pendidikan karakter yang lagi getol digarap Pemkot Malang.

“Ini tantangan yang sungguh tidak ringan bagi orangtua. Kalau ini kita tidak serius, saya khawatir Indonesia akan hilang karena kehilangan karakter dan jati dirinya,” terangnya.

Menurut Sutiaji, akibat pengaruh modernisasi, banyak dari anak-anak saat ini semakin asing dengan nilai-nilai budaya sendiri.

“Unggah-ungguh dan kesopanan bisa menjadi hal yang langka. Belum lagi pengaruh gawai gadget.bItu semua perlu perhatian kita semua. Karenanya saya mohon untuk bersama-sama membekali anak cucu dengan pendidikan moral agama dan budi pekerti,” ajak Sutiaji.

Untuk itu Wali Kota Malang juga menekankan pentingnya silaturahmi. Alasannya, pola sosial dan komunikasi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap angka harapan hidup. Sehingga interaksi secara intens dinilai sangat penting.

Disamping itu, menurut dia selain mempererat tali persaudaraan, silaturahmi bisa memperpanjang usia.

Suami Hj Widayati Sutiaji itu menyampaikan, bahwa angka harapan hidup di Indonesia berada pada kisaran usia 73 tahun.

“Namun berdasarkan lelang kinerja dari Dinas Kesehatan Kota Malang angka harapan hidup kita patok di usia 80 tahun,” jelas dia.

Itu berarti, terang dia, Pemkot Malang sangat berkomitmen dalam menjaga kualitas layanan kesehatan untuk para lansia. Meski begitu, dia tak berharap para Lansia menghabiskan waktunya di Panti Jompo.

“Lembaga keluarga harus menjadi yang utama. Sehingga para Lansia tetap hidup bahagia bersama keluarganya,” harap Sutiaji.

Baca Juga:  Malam ini, Lisensi Café Lounge Jakarta gebyarkan dua female disc jockey didukung para DJ senior

Harapan Sutiaji itu mendapat respon positif dari Ketua Umum Yayasan Gerontologi Abiyoso Malang, Prof. Dr. Djanggan Sargowo.

Djanggan berharap, Wali Kota Sutiaji  dan Ketua DPRD I Made Rian Diana Kartika serta Wawali Sofyan Edi Jarwoko selaku Ketua Korda Lansia Kota Malang menyempatkan waktu secara periodik untuk jagongan (bercengkrama) dengan Lansia Kota Malang.

Menurutnya, hal tersebut bisa mempererat hubungan dan silaturahmi dengan baik. Dia juga  mengingatkan akan bahaya penyakit jantung.

Dijelaskan dia, bila 34,1 persen masyarakat Indonesia terkena hipertensi. “Itu potensi besar terhadap serangan jantung,” tutur Ketua Gerontologi Abiyoso Malang ini.

Untuk itu, dokter yang ramah ini mengajak mengenali gejala sejak dini penyakit jantung. Itu antara lain  cepat lelah, sesaknya makin meningkat, bengkak kaki dan tungkai bawah.

Diinfokan pula oleh Prof Djanggan,   bahwa prevalensi lansia di Indonesia 9,9 persen dan di Jawa Timur 10,4 persen. Adapun jumlah lansia Kota Malang di angka 75 ribu – 80 ribu lansia.

Karena itu dia mengharapkan dukungan layanan kesehatan dan sarana penunjang untuk lansia yang baik. Sehingga, harapan hidup 80 tahun  bagi komunitas lansia Kota Malang bisa menjadi kenyataan.@aji