Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahfud MD: KPK tak bisa kembalikan mandat kepada presiden
Mahfud MD di Yogyakarta. FOTO: LIPUTAN6
HEADLINE DEMOKRASI

Mahfud MD: KPK tak bisa kembalikan mandat kepada presiden 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa mengembalikan mandat kepada Presiden Joko Widodo. Sebab, jelas dia, KPK bukan mandataris presiden.

“Secara hukum, KPK itu bukan mandataris presiden, tidak bisa dia lalu mengembalikan mandat kepada presiden karena presiden tak pernah memberikan mandat ke KPK,” kata Mahfud seperti di Yogyakarta, Minggu (15/09/2019).

Mahfud menjelaskan, di dalam ilmu hukum mandataris adalah orang yang diberikan mandat oleh pejabat tertentu, tetapi yang bertanggung jawab adalah pemberi mandat. Sehingga, yang diberi tugas disebut mandataris.

“Sebelum 2002, presiden adalah mandataris MPR. Presiden diberi mandat dan yang bertanggung jawab MPR. Nah, KPK itu bukan mandataris presiden sehingga tak ada istilah hukum mandat kok dikembalikan,” kata dia.

Mahfud melanjutkan, di dalam Pasal 32 Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002, orang yang mengembalikan mandat karena pensiun, meninggal dunia, atau karena mengundurkan diri.

Adapun KPK, bukan mandataris siapapun. Lembaga itu independen kendati berada di lingkaran kepengurusan eksekutif, namun bukan di bawah presiden.

Dengan demikian, kata Mahfud, secara yuridis pengembalian mandat yang dilakukan pimpinan KPK tidak berarti KPK kosong karena lembaga antirasuah itu bukan mandataris presiden.

Meski demikian menurut Mahfud, secara arif Presiden Joko Widodo perlu memanggil para pimpinan KPK untuk bertukar pendapat, konsultasi, serta berdiskusi mengenai nasib KPK.

“Apa salahnya dipanggil kan mereka mengatakan saya kok tak pernah diajak bicara tentang nasib KPK. Nah sekarang waktunya mereka diajak bicara dalam situasi seperti ini. Saya kira presiden cukup bijaksana untuk mengundang mereka,” kata Mahfud.

Sebelumnya, pimpinan KPK menyatakan mundur dan menyerahkan mandat kepada presiden. Hal itu mereka lakukan beberapa saat setelah DPR RI mengumumkan komisioner KPK baru.@LI-13

Baca Juga:  Tantangan besar yang perlu dijawab Nadiem Makarim di dunia pendidikan