Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Penjaringan bakal calon wali kota PDIP Surabaya laris manis
Chrismanhadi mengembalikan formulir pendaftaran cawawali Surabaya di DPC PDi Perjuangan Surabaya. FOTO: DOK.LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Penjaringan bakal calon wali kota PDIP Surabaya laris manis 

LENSAINDONESIA.COM: Penjaringan bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya melalui pintu DPC PDI Perjuangan sudah berakhir pada Sabtu 14 September 2019.

Ada 9 (sembilan) orang yang mendaftar dan mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPC PDI Perjuangan di Jl.Setail No.8 Surabaya, beserta persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Setelah dilakukan penjaringan oleh DPC, DPD, maupun DPP PDI Perjuangan, selajutnya DPP PDI Perjuangan melalui Tim Khusus akan melakukan proses Penyaringan seperti melakukan wawancara, tes tertulis, tes psikologis, dan lain-lainnya.

Adapun yang mendaftar sebagai bakal calon wali kota Surabaya antara lain, Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Chrismanhadi, dan Sri Setyo Pratiwi.

Sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Surabaya adalah Armudji, Anugerah Ariyadi, Sutjipto Angga Jo, dan Eddy Tarmidzi.

Hal yang menarik terjadi dalam proses penjaringan adalah berubahnya pilihan yang dilakukan dua bakal calon, yaitu Dyah Katarina dan Chrismanhadi.

Awalnya, Dyah dan Krisman mengambil formulir untuk bakal calon wakil wali kota. Namun, keduanya memutuskan men mendaftar sebagai bakal calon wali kota saat penyerahan dokumen dan pengembalian formulir.

Begitu pula, dengan Sri Setyo Pratiwi. Ketua Himpunan Pengusaha Lira Indonesia (Hiplindo) Jawa Timur itu bersedia menjadi anggota PDI Perjuangan agar bisa ikut bacalon wali kota Surabaya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Purwadi SH menyampaikan, pihaknya bangga dengan tahapan penjaringan calon kepala daerah ini.

Menurutnya, proses rekrutmen dan seleksi bakal calon wali kota dan calon wali kota yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya merujuk pada Peraturan Partai Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Rekrutmen dan Seleksi Calon Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Baca Juga:  Lengkapi berkas pendaftaran, Vinsensius Awey serius maju Pilwali Surabaya melalui NasDem

“Sejatinya, proses rekrutmen dan seleksi bakal calon walikota dan/atau wakil kota surabaya sebagaimana kebijakan yang diatur Pasal 9 Ayat (1) Peraturan Partai Nomor 24 Tahun 2017, adalah mencari dan menseleksi siapakah anggota atau kader partai yang tepat untuk menjalankan tugas partai sebagai calon wali kota Surabaya,” jelasnya, Minggu (15/09/2019).

Sesuai dengan ketentuan 9 Ayat (1) itu, lanjut Pirwadi, PDI Perjuangan akan menugaskan anggota atau kader partai menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya dengan cara mengusung sendiri atau mengusung dengan didukung partai politik lain.

Pada Pilwali Surabaya 2020 nanti, PDI Perjuangan dapat mengusung pasangan calon wali kota sendiri. Hal ini karena perolehan suara PDI Perjuangan di Kota Surabaya lebih dari 25% dan perolehan kursi di atas 20%.

“Struktur DPC PDI Surabaya yang dipimpin oleh Mas Wisnu Sakti Buana yang dilanjutkan oleh Mas Adi Sutarwijono terbilang solid mulai tingkatan pengurus kota sampai tingkat anak ranting. Modal lain yang cukup signifikan PDI Perjuangan untuk mengusung sendiri adalah keberhasilan dua kader partai, yaitu Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana yang selama ini berhasil menjalankan pemerintahan Kota Surabaya,” ujar Purwadi.

“Dari modal-modal yang dimiliki oleh PDI Perjuangan, maka hal yang wajar jika banyak mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Surabaya,” pungkasnya.@LI-13