LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Surabaya Camelia Habiba menyesalkan kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya terkait pendataan identitas warga. Pasalnya sampai saat ini, masih ditemukan warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Contoh warga Surabaya yang belum memiliki KTP adalah Arifin (42). Warga Bulak Banteng RT 04/RW 07 korban kebakaran yang sudah tinggal tujuh tahun di Surabaya, tapi belum memiliki KTP.

“Ini artinya masih lemahnya kinerja teman-teman SKPD Pemkot Surabaya, utamanya di jajaran Dispendukcapil Surabaya,” kata politisi PKB yahg sudah menjabat sebagai anggota DPRD dua periode ini, Senin (16/09/2019).

Menurutnya, selain belum mendapatkan identitas KTP Surabaya, saat ini kondisi korban sangat memprihatinkan karena harta benda ludes dilalap si jago merah pada Jumat 13 September 2019 lalu.

“Harusnya perangkat daerah mulai dari RT/RW sudah melakukan pencatatan data kependudukan bagi warga luar Surabaya yang sudah sekian lama tinggal di wilayah kota Surabaya,” tutur Neng Biba.

Oleh karenannya, politisi berdarah Madura ini meminta kepada perangkat kampung seperti RT/RW harus berkoordinasi dengan kelurahan untuk memberikan sosialisasi pada warganya.

“Saya kasian kepada mereka jika ada apa-apa dan belum teregistrasi sebagai warga Surabaya kan tidak bisa berbuat banyak,” tutupnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya periode 2014 – 2019 itu, berpesan kepada para pejabat ditingkat kelurahan agar melaporkan keberadaan rumah kost, mengingat kebanyakan kebakaran terjadi dikawasan padat penduduk.

“Ya, tujuannya untuk memantau sistem penggunaan listrik yang merupakan faktor utama terjadinya kebakaran,” tukas.@wan