Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini maksud KPK jelaskan serahkan ‘mandat’ kepada presiden
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. FOTO: MI
HEADLINE DEMOKRASI

Ini maksud KPK jelaskan serahkan ‘mandat’ kepada presiden 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan maksud dari penyerahan tanggung jawab pengelolaan KPK ke Presiden Joko Widodo yang disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo pada Jumat 13 September 2019 lalu.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan maksud dari mengembalikan mandat KPK kepada Jokowi ialah menyerahkan sepenuhnya nasib Komisi Antikorupsi.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tak akan berjalan tanpa dukungan dari orang nomor satu di negeri ini.

“Pemahaman ini perlu kita jaga karena di mana pun di dunia, tidak mungkin pemberantasan korupsi akan berhasil tanpa komitmen dan tanggung jawab Kepala Negara,” kata Febri di Jakarta, Senin (16/09/2019).

Febri mengatakan sesuai dengan penyampaian pimpinan KPK Agus Rahardjo, pihaknya masih menunggu langkah signifikan lebih lanjut untuk menyelesaikan semua hal termasuk soal Revisi UU No. 30/2002 tentang KPK.

Oleh karena itu, pihaknya menyimpan harapan dan asa yang besar terkait penyelematan KPK pada Jokowi.

“Dalam konteks itulah KPK menyerahkan nasib KPK pada Presiden selaku kepala Negara,” katanya.

Di sisi lain, penyerahan mandat tersebut juga bukan berarti mengindisikan pimpinan KPK mengundurkan diri.

Menurut Febri, fungsi dan tugas KPK akan tetap berjalan seperti biasanya.@LI-13

Baca Juga:  Ditangkap jelang pelantikan presiden, pengacara sebut Eggi Sudjana diperiksa terkait kasus perakitan bom