Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tegaskan masih ketua KPK, Agus Rahardjo janji selesaikan  masa bakti hingga Desember 2019
Ketua Komisi Pemberasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. FOTO: Istimewa
HEADLINE DEMOKRASI

Tegaskan masih ketua KPK, Agus Rahardjo janji selesaikan masa bakti hingga Desember 2019 

LENSAINDONESIA.COM: Agus Rahardjo menegaskan masih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berkomitmen menyelesaikan masa baktinya hingga Desember 2019.

Saat ini, Agus mengaku menunggu keputusan Presiden Joko Widodo terkait nasib pemberantasan korupsi ke depan.

“Kita tetap bekerja seperti biasa (tidak mengundurkan diri). Kita menunggu saja. Seperti hari ini kita masih melantik,” kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/09/2019).

Agus mengaku sudah mendapat undangan untuk bertemu dengan Jokowi. Namun, pertemuan itu ditunda lantaran masih ada sejumlah tugas kenegaraan yang harus diselesaikan Jokowi.

“Kami belum tahu. Nyatanya Pak Pratikno (Mensesneg) masih jadwalkan longgarnya jadwal Pak Presiden kapan. Sempat ada undangan tadi malam, tapi kemudian, mungkin karena kesibukan Presiden undangan itu kemudian ditunda dulu,” kata dia.

KPK juga sudah menyurati DPR. Dalam surat itu, pimpinan KPK meminta dilibatkan dalam pembahasan revisi Undang-Undang KPK.

“Supaya kita tahu draf sesungguhnya itu seperti apa isinya. Itu saja. Kalau bisa jangan buru-buru supaya ada pembahasan yang lebih matang, lebih baik, dan lebih banyak melibatkan para pihak,” tegas dia.

Sebelumnya, pada Jumat 13 September 2019 lalu Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan menyerahkan mandat KPK ke Presiden Joko Widodo.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan maksud dari mengembalikan mandat KPK kepada Jokowi ialah menyerahkan sepenuhnya nasib Komisi Antikorupsi.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tak akan berjalan tanpa dukungan dari orang nomor satu di negeri ini.

“Pemahaman ini perlu kita jaga karena di mana pun di dunia, tidak mungkin pemberantasan korupsi akan berhasil tanpa komitmen dan tanggung jawab Kepala Negara,” kata Febri di Jakarta, Senin (16/09/2019).

Febri mengatakan sesuai dengan penyampaian pimpinan KPK Agus Rahardjo, pihaknya masih menunggu langkah signifikan lebih lanjut untuk menyelesaikan semua hal termasuk soal Revisi UU No. 30/2002 tentang KPK.

Baca Juga:  DPRD Jombang dorong Pemkab berinovasi meningkatkan PAD

Oleh karena itu, pihaknya menyimpan harapan dan asa yang besar terkait penyelematan KPK pada Jokowi.

“Dalam konteks itulah KPK menyerahkan nasib KPK pada Presiden selaku kepala Negara,” katanya.

Di sisi lain, penyerahan mandat tersebut juga bukan berarti mengindisikan pimpinan KPK mengundurkan diri.

Menurut Febri, fungsi dan tugas KPK akan tetap berjalan seperti biasanya.@LI-13