Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dua tersangka penyelundupan 4,7 kg sabu di Surabaya terancam hukuman mati
Nunuk dan Adi saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/09/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Dua tersangka penyelundupan 4,7 kg sabu di Surabaya terancam hukuman mati 

LENSAINDONESIA.COM: Dua tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4,7 kg ke Surabaya, Nunuk Irawati (28) dan Adi Wiyono (37) dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dua warga Kabupaten Sidoarjo tersebut terancam sanksi hukuman mati.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, Nunuk dan Adi merupakan pegedar narkoba jaringan Lapas. Keduanya di kendalikan oleh Bara, seorang narapidana dari Lapas Porong untuk menerima dan mengirim narkoba ke sejumlah pemesan.

Selain BR, dua tersangka juga dikenalikan oleh seorang narapidana di Lapas Porong, Sidoarjo. Napi di lapas Porong tersebut tak lain adalah suami dari Nunuk sendiri.

“Kedua tersangka ini menerima perintah dari BR untuk mengirimkan narkoba kepada para pemesan. Keduanya memiliki peran masing-masing. Tersangka N (Nunuk) sebagai oenerima barang. Sedangkan DI (Adi) adalah kurirnya,” ungkap Sandi, Selasa (17/09/2019) .

Berdasarkan penyelidikan polisi, sebelum ditangkap, Nunuk telah dua kali menerima kiriman sabu dari Bara masing-masing seberat 3kg serta 20 butir pil ekstasi.

Nunuk yang telah memiliki 2 orang anak itu mengaku mendapat imbalan Rp7,5 juta dari Bara setiap menjalankan perintah menerima dan mengirim barang.

“Tersangka ini sudah tiga kali meneima perintah dari BR. Kami menangkapnya saat tersangka ini menjalankan perintah ketiga,” kata Sandi.

Sementara itu, dalam pernyataannya, tersangka Nunuk mengaku dirinya dihubungi suaminya dan Bara yang saat ini mendekam di Lapas Porong untuk mengedarkan narkoba.

“Saya dihubungi Bara melalu WhatsApp, yang dikenalin suami saya dan barang itu miliknya,” ujar Nunur di Mapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya akan berkooordinasi dengan Kanwil Kemenkumham dan Lapas Porong untuk menjerat terpidana Bara.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kemenkumham dan pihak Lapas, terkait pengakuan tersangka Nunuk,” terang Sandi.

Baca Juga:  Kapolda Banten sebut pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto adalah pasutri

Diketahui, Nunuk dan Adi ditangkap di dua tempat berbeda. Nunuk Irawati dibekuk di Jl KH Ahmad Khosim, Sidoarjo pada Sabtu 14 September 2019. Sedangkan Adi Wiyono ditangkap di rumahnya Jl Siwalanpanji, Buduran Sidoarjo pada Jumat 13 September 2019.

Dari tangan keduanya, polisi mengamankan sabu seberat 4,7 kg.@rofik