Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jual sabu pada pengujung, dua pegawai cafe ditangkap polisi
Ahmad Samsudin (23) dan Salman Al Farizi (20) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolsek tegalsari Surabaya, Rabu (19/09/2019). FOTO: rofik-licom
HEADLINE JATIM RAYA

Jual sabu pada pengujung, dua pegawai cafe ditangkap polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Edarkan sabu di cafe tempatnya berkerja, Ahmad Samsudin (23) dan Salman Al Farizi (20) warga Jl Keputeran III Surabaya dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Tegalsari.

Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama mengatakan, pelaku ditangkap pada Senin 6 September 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

Penangkapan bermula saat petugas mendapat informasi dari masyarakat, bahwa dua pelaku sering menerima tamu tidak dikenal dan diduga melakukan transaksi narkoba.

“Setelah mendapat informasi tersebut, anggota kami melakukan penyelidikan. Dari hasil tersebut, diketahui tersangka sering melakukan transaksi narkoba,” terang Rendy.

Saat dilakukan penggerebekan di rumahnya, kedua pelaku sedang dalam pengaruh narkoba.

“Saat dilakukan penggerebekan, tersangka baru pesta dan masih dalam pengaruh narkoba,” tambahnya.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas mendapatkan barang bukti  poket sabu seberat 1,6 gram dan 9 poket masing-masing 0,4 gram dan timbangan elektrik yang disimpan di almari.

“Total barang bukti yang kami sita seberat 5,2 gram,” sebut Rendy.

Disinggung soal jaringan bisnis narkoba pelaku, Rendy mengungkapm bahwa pelaku mendapatkansabu dari Pa’i warga Balongsari yang telah dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya. “Tersangka membeli sabu dari Pa’i. Saat kami lakukan pengembangan dia sudah ditangkap oleh Polrestabes Surabaya,” pungkasnya.

Kedua tersangka yang bekerja di salah satu cafe di Jl Kenjeran tersebut, kepada perugas mengaku sering mengedarkan sabu kepada pelanggannya. “Kebanyakan saya jual kepada pelanggan ditempat kerjaan,” ungkap keduanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 dan diancam pidana maksimal 20 tahun penjara.@rofik

Baca Juga:  Di ISEF 2019, BI bakal luncurkan Wakaf Tunai dan Zakat Digital