Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Young Living hindari pemasaran produk via market place
(ki-ka) Roslina Situmeang, Head of Markering Young Living Indonesa bersama Ksatrio Yudho Samourno, Country Manager Young Living Indonesia saat press conference di Surabaya, Jumat (20/09/2019). Eld
EKONOMI & BISNIS

Young Living hindari pemasaran produk via market place 

LENSAINDONESIA.COM: Young Living Indonesia, produsen kosmetik ini tak memilih memasarkan produknya melalui platform market place.

Hal tersebut karena produk Young Living menganut sistem direct selling (penuualan langsung) kepada konsumennya.

Country Manager Young Living Indonesia, Ksatrio Yudho Sampurno mengatakan, pihaknya tak sekedar menjual produk tersebut, namun sekaligus mengedukasi pentingnya produk besutannya untuk kesehatan.

“Kami masih konsisten, bahwa kami menjual produk Young Living hanya pada website resminya. Untuk merambah pemasaran melalui market place, saya rasa tidak,” tandas Ksatrio saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com usai press conference di Surabaya, Jumat (20/09/2019).

Ia menambahkan, konsistensi sistem penjualan tersebut, bisa ditunjukkan dengan adanya store resmi Young Living yang hanya ada di Jakarta.

“Memang hingga kini kami masih memiliki store resmi Young Living hanya ada di Jakarta, namun kami sudah mengantongi member yang mencapai 100ribu secara nasional,” tandas Ksatrio.

Dari deretan produk Young Living, ada sekitar 250 varian lebih. Namun, yang sudah beredar di Indonesia hanya ada sekitar 90 varian. Jumlah tersebut akan bertambah dan didistribusikan di Indonesia sesuai permintaan dan regulasi yang berlaku.@Eld-Licom

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak bongkar penyelundupan ratusan pil ekstasi