Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Lima tim gabungan dikerahkan untuk padamkan kebakaran hutan Gunung Slamet
Kebakaran hutan. FOTO: ilustrasi
HEADLINE UTAMA

Lima tim gabungan dikerahkan untuk padamkan kebakaran hutan Gunung Slamet 

LENSAINDONESIA.COM: Tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, relawan serta masyarkat terus melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Pemadaman dilakukan agar api tidak meluas.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan, saat ini ada lima tim gabungan yang dikerahkan untuk menjangkau titik api yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter diatas permukaan laut (mdpl).

“Lokasinya cukup jauh dengan topografi yang cukup berat. Tim harus turun lembah hingga 200 meter, kemudian naik lagi untuk menjangkau lokasi yang berdekatan dengan titik api,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Ariono Poerwanto, Minggu (22/09/2019).

Ariono mengatakan tim melakukan penyekatan berupa pembuatan parit seluas empat meter agar api tak meluas. Dijelaskannya, kebakaran di Gunung Slamet atau yang tepat berada di wilayah Banyumas terjadi karena ada rembetan dari Brebes, Jawa Tengah.

Kebakaran di wilayah Banyumas diperkirakan telah mencapai 15 hektare kawasan hutan lindung. “Selain kendala medan berat, di lokasi kebakaran juga tidak ada sumber mata air,” ungkapnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein sebelumnya menyebut pihaknya bersama seluruh elemen masyarakat telah bergerak menuju titik api di lereng sebelah barat Gunung Slamet yang masuk wilayah Banyumas.

“Semuanya berusaha untuk melakukan pemadaman dan pencegahan agar api tidak semakin meluas. Tim sudah bergerak mulai Jumat (20 September 2019) hingga hari ini,” kata Achmad.

Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0701 Banyumas Letkol Inf Chandra mengungkapkan untuk menuju ke lokasi kebakaran tim menemui kendala. Salah satu kendala adalah jauhnya jarak titik kebakaran hutan yang berada di kawasan hutan lindung.

“Kalau perjalanan dari posko di Kebun Raya Baturraden sekitar 8 jam. Sehingga membutuhkan fisik yang prima untuk sampai ke sana. Di lokasi dekat kebakaran, para petugas gabungan bakal membuat penyekat yakni tanah yang dilubangi selebar 4 meter. Dengan harapan, api tidak akan menyebar,” pungkasnya.@LI-13/medcom

Baca Juga:  Pengurus Perwosi Jombang dikukuhkan, bupati janji tingkatkan anggaran Rp50 juta per tahun