Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dansatgaspam tegaskan tak ada penembakan bandar narkoba di lingkungan Bandara Juanda
Pintu gerbang Bandara Juanda Surabaya. FOTO/Googlemap
HEADLINE JATIM RAYA

Dansatgaspam tegaskan tak ada penembakan bandar narkoba di lingkungan Bandara Juanda 

LENSAINDONESIA.COM: Komandan Satuan Tugas Pengamanan (Dansatgaspam) Bandara Juanda, Mayor Laut Fery Hermawan membantah telah terjadi penembakan bandar narkoba di lingkungan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Senin malam (23/09/2019).
Menurut Ferry, penembakan terjadi Jl Raya Bandara Juanda, Sedari, tepatnya di sekitar restauran cepat saji Mc Donald.

“Saya klasifikasi, bahwa penembakan tidak terjadi di dalam lingkungan Bandara Juanda seperti yang diberitakan. Saya juga sudah mengklarifiksikan hal ini kepada pihak BNNP. Ternyata penembakan terjadi di jalan menuju bandara, tepatnya di dekat Mc Donald. Jadi lokasi itu sangat jauh dari lingkungan bandara atau Terminal 1 Juanda,” tegasnya kepada lensaindonesia. com, Selasa (24/09/2019).

Mayor Ferry mengaku keberatan adanya berita yang menyebut penembakan seorang bandar narkoba Jaringan Aceh oleh BNNP Jatim terjadi di lingkungan Bandara Juanda.

“Saya keberatan dengan berita tersebut. Tidak ada kejadian apapun di Terminal I Bandara Juanda, karena memang lokasi kejadian jauh dari lingkungan bandara. Mohon diluruskan informasinya,” tandas Ferry.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menembak mati Jufri Ahmad (38) seorang bandar narkoba jaringan Aceh di Bandara Juanda Surabaya, Sidoarjo, Senin malam (23/09/2019) sekitar pukul 18.00 WIB. (Sebelumnya

Jufri Ahmad yang diketahui warga Bireun, Aceh tersebut merupakan pengendali peredaraan narkoba yang dikirim dari Aceh ke seluruh Jatim.

AKBP Wisnu Candra, Penyidik Madya BNNP Jatim yang memimpin penyergapan tersebut mengatakan, sebelum melakukan penangkapan dan tindakan tegas terukur terhadap tersangka Jufri Ahmad, pihaknya terlebih dahulu mengamankan Rizal, yang berperan sebagai pelaksana di lapangan.

“Setelah kami melakukan pengembangan (dari penangkapan Rizal), di dapat nama tersangka Jufri Ahmad, selaku pengendali peredaran narkoba jaringan Aceh ini,” terangnya.

Baca Juga:  Wapres KH Ma’ruf Amin buka World Zakat Forum 2019

Wisnu menambahkan, tersangka Jufri Ahmad yang terdekteksi berada di Jl Raya Bandara Juanda terlihat meletakan sesuatu di pohon, yang diketahui berisi narkoba jenis sabu.

“Saat akan dilakukan penangkapan, terusangka berusaha melakukan perlawanan yang membahayakan jiwa anggota kami,” tambahnya.

Ketika itu, petugas langsung yang memberikan tembakan peringatan. Namun hal itu tidak dihiraukan oleh Jufri Ahmad. Bukanya menyerah, ia malah meju dan melakukan perlawanan sehingga dilakukan tembakan tegas terukur ke dada kirinya.

“Karena sangat membahayakan keselamatan anggota, dengan sangat terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur. Kami berusaha memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak terolong saat perjalanan ke rumah sakit,” ungkap Wisnu.

Saat ini petugas masih melakukan pengembangan dan mengejar bandar utamanya yang berada di Aceh. “Ini adalah jaringan Aceh dan barangnya berasal dari Malaysia. Kami masih melakukan pengembangan terhadap bandarnya,” pungkasnya.

Dari penggeledahan di rumah tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 kg sabu, satu poket sabu (kemasan terpisah) seberat 30 gram dan 2 unit timbangan digital.

Jenazah bandar narkoba jaringan Aceh tersebut saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.@rofik