Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PMI Jakarta Timur angkat bicara kronologi aksi kekerasan di ambulans yang amankan Polisi
Polisi mengamankan lima ambulans di Pejompongan, Jakarta Pusat yang diduga terkait demo ricuh di Kawasan DPR. (istimewa)
DKI

PMI Jakarta Timur angkat bicara kronologi aksi kekerasan di ambulans yang amankan Polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Timur angkat bicara terkait mobil ambulan milik mereka yang turut disita Polda Metro Jaya. Polisi mengamankan sejumlah mobil ambulans karena diduga ikut membawa batu dan bensin terkait aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Kawasan DPR RI pada Rabu (25/9/2019).

Pernyataan yang dibuat secara tertulis itu ditandatangani dan diketahui Ketua PMI Jakarta Timur Krisdianto serta dinyatakan langsung oleh Kepala Markas E Komalasari.

Pihak PMI menjelaskan kronologis dan peristiwa penganiayaan petugas PMI itu terjadi sekitar pukul 23.30 di depan lobby menara BNI, Pejompongan. Saat itu, tim medis sedang mengobati korban kerusuhan, tiba-tiba aparat Brimob menghentikan dan memeriksa mobil ambulans.

Dengan dalih sedang melakukan sweeping, aparat Brimob tersebut langsung membuka paksa pintu ambulans dan menarik serta pemukulan terhadap salah seorang korban yang sedang mendapat pertolongan pertama.

Menurutnya, aparat Brimob sweeping ke ambulan tersebut didasari alasan mencari batu dan bensin yang disimpan pendemo di dalam ambulans.

Sikap represif oknum Brimob tersebut bahkan tak berhenti sampai pada korban, mereka kemudian melanjutkan keberingasan mereka kepada mobil dan petugas ambulans. Kaca belakang ambulan dipecah dan dirusak oknum Brimob sampai pecahannya berhamburan ke bagian dalam.

“Oknum Anggota Brimob melayangkan pukulan dengan tongkat kayunya kepada semua tim medis PMI yang ada di dalam ambulans. Petugas PMI terkena pukulan di bagian kepala, bahkan salah satu perawat kami jatuh tersungkur ke belakang stretcher karena didorong dan kemudian diinjak oleh salah satu oknum Anggota Brimob,” katanya.

Kemudian oknum Brimob melanjutkan aksi mereka dengan menarik paksa dua orang petugas keluar disertai dengan pengrusakan dan pemecahan kaca samping kiri ambulan.

Baca Juga:  450 peserta banjiri ajang Telkomsel TED Fest

“Beberapa petugas kesehatan PMI mengalami tindakan kekerasan dari oknum Anggota Brimob, seperti dipukul, ditendang, ditonjok, ditarik oleh oknum Anggota Brimob dan ada beberapa yang ditarik oleh marinir justru diselamatkan ke belakang gedung,” kata Komalasari.

Setelah mendapat semua tindakan represif aparat, ambulans kemudian dibawa dan di arahkan ke Polda.

“Demikian laporan kronologis ini dibuat sesuai dengan pernyataan dari salah satu perawat PMI Kota Jakarta Timur sebagai saksi hidup yang mengalami tindakan kekerasan dan menyaksikan tindakan perusakan terhadap ambulans PMI Kota Jakarta Timur,” pungkasnya.@licom