Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Danrem 083 Baladhika Jaya: Hancurnya negara besar harus jadi pelajaran 
Danrem Kolonel (Inf ) Zainuddin dan Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko saat pose bersama dengan perwakilan mahasiswa baru IBU Malang. FOTO: AJI-LICOM
EDUKASI

Danrem 083 Baladhika Jaya: Hancurnya negara besar harus jadi pelajaran  

LENSAINDONESIA.COM: Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Malang Kolonel (Inf) Zainuddin memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan pada mahasiswa baru IKIP Budi Utomo (IBU) Malang di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Kamis (26/09/2019).

Kepada para mahasiswa, Zainuddin menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan itu diutarakan dalam menyikapi maraknya aksi massa yang menimbulkan kerusuhan hingga korban jiwa akhir-akhir ini.

Terkait hal itu, sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu belajar terhadap kasus negara-negara besar yang hancur karena tidak mampu menjaga persatuan dalam perbedaan.

“Sebagai negara besar, harus belajar pada kasus-kasus hancurnya negara besar seperti Yugoslavia dan Rusia,” jelasnya.

Agar negara Indonesia tetap kokoh berdiri, tegas Zainuddin, semua elemen bangsa harus bersatu. Bila semuanya solid, maka Indonesia tidak akan pernah runtuh.

“Ya  kalau semangat warganya seperti  civitas IBU tak perlu khawatir. Sebab memegang teguh ke-Indonesia-an sebagai wujud nilai kebudiutamaan,” ujarnya.

Wali Kota Malang Sutiaji dan Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko.

Hal itu juga diakui Wali Kota Malang Sutiaji. Menurutnya, IBU merupakan kampus yang majemuk. Civitas akademikanya berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia yang memiliki kultur dan budaya beragam.

“Keberagaman kultur dan budaya dari beragam suku bangsa tersebut mampu dibingkai dalam kesatuan NKRI. Sehingga kemajemukan menjadi kesatuan yang  menguatkan,” katanya.

Sutiaji berharap, IBU bisa terus mencetak mahasiswa yang  berkarakter dan mampu mencerdaskan bangsa. Sebab mahasiswa yang berkarakter tak hanya mampu dan ahli dalam ilmu pengetahuan serta teknologi, tetapi juga bijak dalam menyikapi setiap persoalan.

“Dan yang terpenting tidak mudah menerima informasi hoax dan gampang terprovokasi,” pesannya.

Karena itu dia berharap mahasiswa IBU Malang serius dan disiplin dalam menembak ilmu. Sehingga bisa menjadi manusia yang utuh.

Baca Juga:  Berpakaian Pejuang, DPRD Surabaya dan Wali Kota Risma sahkan APBD 2020

Harapan tersebut mendapat respon positif dari Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko. Dia menjelaskan bila tahun 2019 ini ada 1020 mahasiswa baru yang diterima.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan rasio dosen yang dimiliki IBU. Mereka sebagian besar dari berharap penjuru juru tanah air Indonesia. “Termasuk dari Papua dan mancanegara,” jelas dia.

Menurut Sutiaji, dalam proses pembelajaran mereka tidak lagi menggunakan model konvensional. Namun memakai konsep milenial.

“Semua mahasiswa diharapkan   sudah terbiasa dengan perangkat IT yang ada. Sehingga proses Pembelajarannya membahagiakan,” jelas rektor yang akrab disapa Yai ini.

Berdasarkan konsep tersebut, kata dia, tak hanya mahasiswa dalam negeri yang tertarik belajar di kampus IBU. Mahasiswa mancanegara negara pun memilih kampus IBU sebagai tempat studi.

Dia contohkan seperti mahasiswa asal Amerika, Eropa, Asia, Sudan, Afganistan, Kamboja, Thailand, Palestina dan lain sebagainya. “Mereka, alhamdulillah senang belajar di kampus IBU,” pungkasnya.@aji