Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
34 orang pengungsi kerusuhan Wamena tak punya ongkos pulang ke Jawa
34 orang Jawa yang mengungsi dari Wamena bertahan di Sekretariatan Paguyuban Warga Pati (PWP) di Irigasi, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua. FOTO: dok. LICOM
BALI / NTB / NTT / PAPUA

34 orang pengungsi kerusuhan Wamena tak punya ongkos pulang ke Jawa 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 34 orang asal Jawa masih bertahan di pengungsian Irigasi, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua.

Pengungsi dari Wamena tersebut saat ini ditampung oleh Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Mimika di Sekretariatan Paguyuban Warga Pati (PWP).

Puluhan orang Jawa tersebut mengungsi dari ke Timika sejak terjadi kerusuhan di Wamena beberapa hari lalu. Mereka masih bertahan di pengungsian karena belum memiliki biaya untuk pulang ke Jawa.

Ketua KKJB Mimika, Imam Parjono mengatakan, jumlah pengungsi dari Wamena ke Mimika, kemarin secara keseluruhan 84 orang. Namun sebagian atau tepatnya 45 orang dengan biaya pribadi sudah pulang ke Jawa.

Sementara untuk sisanya sebanyak 34 orang masih ditampung dan ditempatkan di Sekretariatan PWP di Irigasi.

“Kami sudah koordinasi dengan Danlanud agar dibantu untuk pemulangan menggunakan Pesawat Herkules milik TNI AU. Dan kemungkinan dalam 2-3 hari akan ada jawaban,” kata Parjono di Sekretariatan PWP, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua, Sabtu (28/09/2019).

Selain itu, Parjono juga telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah di Madura. “Sehingga kami tunggu, siapa yang cepat, maka akan kami pulangkan ke Jawa,” katanya.

Ia menyampaikan, dari informasi yang didapat, tidak menutup kemungkinan ada trip pengungsian dari Wamena ke Timika. Dan KKJB siap untuk membantu atau menampung para pengungsi.

“Intinya, kami siap membantu dan menampung para pengungsi. Dan akan kami rawat seperti saudara-saudara lainnya,” ungkapnya.

Sementara seorang pengungsi yang ikut ke Mimika mengatakan, dirinya bersama keluarga dan masyarakat lainnya ikut mengungsi karena kondisi Wamena saat ini yang tidak aman.

Pada saat kejadian kerusuhan, semua masyarakat mengungsi di Mapolres Wamena. Hal ini dilakukan demi keselamatan jiwa.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tahan oknum perwira yang dilaporkan selingkuhi istri orang

“Semua barang saya tinggal, karena masih bisa dicari. Tapi kalau nyawa hanya satu. Makanya, saat ada pendaftaran Pesawat Herkules, saya bersama keluarga dan lainnya ikut mengungsi,” tuturnya.@rofik