Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Armudji optimis kembalikan kejayaaan Perbasasi Jatim
Armudji (lima dari kiri) asa pelantikan Pengprov Perbasasi Jatim periode 2019-2023 di Hotel Aria Centra, Surabaya, Sabtu (28/9/2019). FOTO: FREDY-LICOM
Ragam Sport

Armudji optimis kembalikan kejayaaan Perbasasi Jatim 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jawa Timur, Armudji bertekad mengembalikan kejayaan cabang olahraga baseball dan softball Jatim yang mengalami keterpurukan akibat konflik di tubuh Perbasasi Jatim yang berkepanjangan.

“Tahun-tahun lalu, prestasi cabor ini luar biasa. Sekarang terpuruk. Saya ingin bangkitkan kembali kejayaaan itu,” ujarnya di sela pelantikan Pengprov Perbasasi Jatim periode 2019-2023 di Hotel Aria Centra, Surabaya, Sabtu (28/09/2019).

Selain itu, dia meminta kepada pihak-pihak yang menginginkan dirinya menjadi ketua umum, untuk membantu mengangkat prestasi Jatim. Mereka harus bersatu. Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.

“Semoga kedepannya akan memperbaiki organisasi kita terutama di Surabaya. Lalu selanjutnya itu suatu prestasi, berarti kita sudah banyak sekali animo kampus-kampus yang sudah mengadakan iven-iven di antaranya ada 8 kampus softball maupun baseball. Begitu juga kejuaraan-kejuaraan antar klub, saya ingin klub-klub dimasukkan dalam kepengurusan. Tak perlu ego, tinggalkan ego itu,” terangnya.

Walaupun tidak lolos ke PON 2020 di Papua, Armudji optimis ke depan prestasi Jatim akan lebih bagus. Selain dukungan dari pengkot/pengkab, pihaknya perlu belajar dari minimnya persiapan Jatim menghadapi pra PON.

“Kita tidak lolos ke PON Papua, karena persiapan menghadapi pra PON pendek. Daerah lain persiapannya lima bulan, sedangkan kita hanya lima hari. Nah, kalau persiapan lebih baik, hasilnya tentu lebih bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Perbasasi, Andhika M Yudhistira Monoarfa mengaku lega konflik intern perbasasi Jatim telah berakhir. Jatim termasuk dalam beberapa provinsi yang mengalami konflik hingga membuat prestasinya terpuruk.

“Saya yakin dengan pak Armuji ini yang ngerti olah raga yang tidak perlu kita tanya bibit bebet bobotnya yang tidak perlu kita sangsikan lagi, karena dengan niat baiknya ini pasti di jawab lagi dengan prestasinya oleh rekan-rekan di perbasasi,” paparnya.

Baca Juga:  Wakemenkeu: "Defisit dana BPJS, akibat PBPU ogah bayar iuran!"

“Jatim menjadi prioritas saya untuk menyelesaikan konflik itu. Waktu saya mencoba menyelesaikan Jatim, malah ditertawakan. Penyelesaian harus dengan cara kekeluargaan, tak boleh menang-menangan,” imbuhnya.@LI-13