Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Cemburu tambatan hatinya diapeli, tukang becak habisi penjual nasi
Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan menunjukkan terduga pelaku dan barang bukti pembunuhan. FOTO: obi-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Cemburu tambatan hatinya diapeli, tukang becak habisi penjual nasi 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Polres Jombang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Ahmad Dwi Antoko (23) seorang penjual nasi asal Desa Jombatan yang jenazahnya ditemukan warga terkapar bersimbah darah di Jl Basuki Rahmat, Desa Sengon, Rabu (02/10/2019) kemarin.

Terduga pelaku adalah Budiono (48) seorang tukang becak asal Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek Jombang.

Pria berbadan gelap dan kekar ini ditangkap di kawasan Jl Raya Ploso saat berusaha melarikan diri.

Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, motif pembunuhan dilatarbelakangi rasa cemburu.

Budiono tidak terima Dwi Antoko ‘ngapel’ di rumah PR (38) seorang perempuan tambatan hatinya.

“Hasil keterangan saksi dan pemeriksaan terhadap tersangka motif pembunuhan berencana ini dilatarbelakangi cinta segitiga,” ungkap AKBP Boby Paludin Tambunan di Mapolres Jombang, Kamis (03/10/2019).

Menurut Kapolres, pihaknya dapat mengidentifikasi identitas pelaku setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi beberapa saat setelah menerima laporan adanya kasus pembunuhan.

“Dari pengakuan pelaku, pembunuhan itu sudah direncanakan olehnya, semenjak dua hari sebelum kejadian. Dan niat itu terlaksana saat pelaku melintas di rumah saksi PR dan memergoki korban dan PR, karena dibakar cemburu terjadilah cekcok diantara keduanya yang berujung meninggalnya korban,” terangnya.

Menurut AKBP Boby Paludin, korban tewas karena dipukul dengan balok kayu dan ditikam dengan pisau.

Tak terima kemudian tersangka memukul korban dengan balok dan mengambil pisau dapur yang sudah disiapkannya di balik baju, terus menikam korban di paha, punggung dan leher,dan kemudian kabur bersama saksi.

“Akibat luka tusukan di bagian paha, punggung dan leher, korban akhirnya meninggal dunia karena kehabisan darah,” ungkap mantan AKBP Kasatreskrim Polres Jombang ini.

Baca Juga:  Kejar ketertinggalan Negara lain, Presiden Jokowi lagi-lagi tegaskan tetap fokus bangun Infrastruktur

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan kaos warna hijau, satu potong celana jeans pendek warna biru, sebuah batu bata dan sepasang sandal dan juga becak milik pelaku.

“Untuk barang bukti pisau dibuang tersangka di Sungai Brantas, dan masih kami upayakan untuk mencarinya,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP, atau pasal 338 dan pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun hukuman penjara atau hukuman mati.@Obi