Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sektor UMKM meningkat, Kota Malang raih penghargaan Natamukti
Wali Kota Malang H Sutiaji saat menerima penghargaan Natamukti dari International Council For Smart Bussines (ICSB).FOTO: AJI-LICOM
HEADLINE PROOTONOMI

Sektor UMKM meningkat, Kota Malang raih penghargaan Natamukti 

LENSAINDONESIA.COM:  Kota Malang meraih penghargaan Natamukti dari International Council For Smart Bussines (ICSB).

Penghargaan ini diberikan karena sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang terus meningkat.

Penghargaan Natamukti tersebut diserahkan kepada Wali Kota Malang, H. Sutiaji di acara Galang UMKM Indonesia 2019 Edisi 4 yang digelar di IPB Convention Centre, Bogor, Jawa Barat.

“Penghargaan ini sangat membanggakan,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (08/10/2019).

Sutiaji menyampaikan, penghargaan Natamukti diberikan kepada Kota Malang karena dinilai berhasil dalam upaya memasarkan dan  mendorong peningkatan kualitas serta membangun ekosistem UMKM. Sehingga bisa bersaing di berbagai tingkatan.

Penghargaan bergengsi dalam bidang UMKM ini diberikan langsung oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM, Rully Indrawan yang didampingi Chairman Markplus Inc, Hermawan Kartajaya.

Sutiaji mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Malang sedang serius dalam menjalankan program UMKM naik kelas. Itu sebagai bagian dalam meningkatkan sektor perekonomian masyarakat.

“UMKM naik kelas ini dari yang dulu  kategori mikro bisa naik menjadi kecil, yang kategori kecil bisa naik menjadi menengah, semua ini butuh program strategis yang selama ini sudah dijalankan oleh Pemkot Malang,” katanya.

Dijelaskan, berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh Pemkot Malang dalam mendongkrak sektor UMKM, diantaranya dengan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM, membentuk klinik sebagai fasilitasi konsultasi bagi para pelaku industri menengah, kecil dan mikro serta membantu dalam memfasilitasi sektor pembiayaan.

“Pelatihan dan klinik tersebut dilakukan agar UMKM memiliki daya saing serta mampu melakukan manajemen produksi dan keuangan dengan baik,” ungkap Sutiaji.

Bukan itu saja, Pemkot Malang lanjut, H. Sutiaji, juga fokus terhadap pemasaran produk hasil UMKM. Upaya tersebut, dilakukan karena selama ini kualitas produk hasil UMKM Kota Malang tidak kalah dengan daerah lainnya.

Baca Juga:  Napi teroris harus sumpah setia ke NKRI sebelum kembali ke masyarakat

“Target kami pemasaran UMKM tidak saja tembus Pasar Kota Malang, tapi juga pasar regional, bahkan hingga pasar dunia,” tandasnya.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Malang saat ini tengah menyiapkan Mall UMKM sebagai sarana display produk hasil UMKM. Selain itu, berbagai upaya termasuk menjaga kualitas control serta packaging produk juga tengah menjadi fokus pemerintah.

“Pemkot Malang dibantu oleh akademisi dan teman-teman kreatif berupaya agar Sektor UMKM bisa tumbuh dan berkembang serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian di Kota Malang,” bebernya.

Bukan hanya itu, saat ini Pemkot Malang juga tengah menginisiasi nota kesepahaman dengan pengelola toko modern agar produk UMKM bisa dipasarkan di gerai baik yang ada di Kota Malang maupun di luar daerah.

“Lagi-lagi ini semua kami lakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pengembangan sektor UMKM,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM, Rully Indrawan, mengatakan, berdasarkan data saat ini sudah ada sekitar 63 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Hal ini membutuhkan peran serta dari Pemerintah Daerah dalam upaya melakukan pembinaan dan fasilitasi.

“Untuk mengatasi stagnasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen, salah satu upaya adalah menggerakkan sektor UMKM. Jika dimaksimalkan maka bisa membantu kenaikan perekonomian hingga 7 persen sampai 9 persen,” kata

Karena itu, Kementerian Koperasi dan UMKM memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah berhasil membangun iklim UMKM serta memberikan bantuan dan fasilitasi terhadap UMKM sebagaimana dilakukan oleh Pemkot Malang.@aji