Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gelar SNITP 2019, Poltekbang bekali taruna taruni ilmu penerbangan formal dan informal
Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan (SNITP) 2019 di Gedung Serba Guna Poltekbang Surabaya.FOTO: dok
EDUKASI

Gelar SNITP 2019, Poltekbang bekali taruna taruni ilmu penerbangan formal dan informal 

LENSAINDONESIA.COM: Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya terus membekali para taruna taruni dengan ilmu pengetahuan bidang penerbangan, formal maupun informal. Seperti dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan (SNITP) 2019.

SNITP rutin digelar setiap tahun dan ini sudah ketiga kalinya dengan menghadirkan para narasumber yang expert di bidangnya. Khusus SNITP 2019 mengambil dua tema yakni Pendidikan Vokasi untuk Menghasilkan Sumber Daya Manusia Perhubungan yang Berdaya Saing dalam Dunia Penerbangan dan Menuju Sistem Transportasi Udara yang Bersinergi dengan Revolusi Industri 4.0.

Acara digelar selama dua hari, 8-9 Oktober 2019 di Gedung Serba Guna Poltekbang Surabaya. Seminar ini bertujuan untuk mengikuti perkembangan teknologi, sekaligus untuk mewujudkan agenda Road Map to Zero Accident di dunia transportasi nasional.

Salah satu Narasumber yang juga Pakar Teknologi Penerbangan dan Antariksa Budhi M Suyitno mengatakan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang menguasai bidang vokasi, Poltekbang Surabaya telah memiliki modal yang mumpuni, yaitu pendidikan vokasi bidang penerbangan dan peralatan untuk praktik yang cukup lengkap.

“Ini harus dijadikan modal dasar yang cukup kuat karena punya keunggulan dan diakui oleh International Civil Aviation Organization. Jadi kita masuk pasar dengan modal kompetensi yang diakui internasional kita bisa langsung kerja. Jangan hanya berfikir pasar dalam negeri, tapi harus menarget pasar luar negeri yang masih terbuka,” ujar Budhi.

Dengan adanya revolusi industri 4.0, lanjut dia, orang bisa berlomba-lomba untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Ia menyebut siapa yang berani maju dan bersaing itulah yang akan terserap oleh pasar.

“Yaitu yang bisa menjalankan inovasi, cerdas dan kreatif dengan kompetensi yang cukup itu yang akan terserap pasar,” pesan mantan Menhub di era Presiden Abdurachman Wachid (Gus Dur) ini.

Baca Juga:  PWI Jatim kumpulkan pemimpin media, kecam polisi borgol Pemred Duta Masyarakat mirip teroris

Sementara, Narasumber lainnya yakni Vice President of Corporate Transformation Group PT Angkasa Pura ll (Persero) Yosrizal Syamsuri yang menyebut bahwa revolusi industri 4.0 mengharuskan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Termasuk di Poltekbang Surabaya dimana taruna taruni yang menempuh pendidikan disini akan menjadi SDM di bidang perhubungan.

“Intinya jangan khawatir terhadap kompetisi bisnis. Industri kita memang terus berkembang, tapi para taruna taruni juga harus melengkapi diri dengan kemampuan lain selain pendidikan formal. Kita dengan mudah mendapatkan itu lewat youtube, social media. Intinya lihat potensi dari luar. Sekarang informasi bisa kita dapat dari mana saja,” papar Yosrizal.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (PPSDMP) Udara Kemenhub Heri Sudarmaji menambahkan adanya SNITP 2019 dapat menambah wawasan mahasiswa tentang pengetahuan teknologi, khususnya terkait teknologi udara.

“SNITP ini bagus terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, pengejaran dan penelitian termasuk di dalamnya seminar. Harapan kami Poltekbang tidak hanya menggelar seminar nasional tapi juga intenasional,” imbuh Heri.

Kemenhub mengapresiasi pelaksanaan SNITP 2019 karena bisa menambah wawasan untuk para taruna taruni juga dosen Poltekbang. Heri menyebut tantangan bangsa ini ke depan semakin berat.

“Tantangan kita semakin berat. Pesaing kita tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Mulai dari masyarakat ekonomi asean hingga adanya industri 4.0 yang harus kita hadapi,” tandasnya.@sarifa