Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pemkot Malang kucurkan dana Rp 5 miliar untuk sistem ekonomi kreatif berbasis digital
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary. FOTO: Aji-LICOM
EKONOMI & BISNIS

Pemkot Malang kucurkan dana Rp 5 miliar untuk sistem ekonomi kreatif berbasis digital 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Malang mengucurkan anggaran Rp 5 miliar untuk mendukung pembangunan sistem ekonomi kreatif berbasis digital.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, dana tersebut masuk tahun anggaran 2019 ini.

“Itu selain rumah kreatif yang kami anggarkan Rp 108 miliar,” kata Sutiaji seusai membuka Creative Talks Pojok Literasi untuk Milenial di Resto Jl Bandung, Kota Malang, Kamis (10/10/2019).

Menurut Sutiaji, penganggaran dana sebesar itu sebagai bentuk kekonsrenan Pemkot Malang terhadap ekonomi digital yang digandrungi kaum milenial. Apalagi, potensinya di Kota Malang sangat luar biasa.

Sutiaji mengungkapkan, setiap tahun ada 4.500 lulusan teknologi informasi dari 21 perguruan tinggi yang ada di Kota Malang. “Itu belum lulusan SMK yang berbasis IT,” jelasnya.

Karena itu dia berterima kasih pada Kementerian Kominfo yang menggelar pelatihan Creative Talks Pojok Literasi di Kota Malang. Dia berharap Kota Malang bisa menjadi barometer ekonomi kreatif berbasis digital.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary optimistis harapan Wali Kota Sutiaji bisa terwujud. Sebab, menurut dia, potensi Kota Malang luar biasa.

Potensi itu, kata dia, terkait dengan pengguna internet. Menurut dia, pengguna internet di Kota Malang masuk kategori terbesar di Indonesia.

Dia menyebutkan pengguna internet Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia (64,8 %). Sedangkan Indonesia merupakan negara keempat dengan pertumbuhan pengguna internet terbesar di dunia yaitu 13% (17,3 juta orang).

Jumlah tersebut diyakini akan terus meningkat seiring dengan pelaksanaan proyek penanaman serat optik Palapa Ring di beberapa wilayah Indonesia Barat dan Timur. “Apalagi di Kota Malang. Kami yakin akan terus meningkat,” jelasnya.

Maka, kata dia, strategi yang dibangun Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik melalui kegiatan creative talks sebagai forum untuk mengembangkan wawasan dalam rangka meningkatkan pemahaman kaum milenial terhadap perencanaan keuangan.

Baca Juga:  Jokowi perintahkan Polisi, BIN dan TNI usut kasus penusukan Wiranto

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan kembali melakukan literasi kepada publik yang dikemas dalam bentuk creative talks Pojok Literasi “Merencanakan Keuangan Millennials” yang diselenggarakan i di Loteng Resto & Teppanyaki Bar, Kota Malang.

Menurut Septriana Tangkary, pemerintah saat ini perlu mengurangi peran reguler. Sebab harus lebih  banyak menjadi fasilitator bahkan akselerator. “Sehingga ekonomi kreatif berbasis digital terus berkembang dengan positif,” jelasnya.@aji