LENSAINDONESIA.COM: Persoalan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di Surabaya akan teratasi.

Hal ini karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah menerbitkan izin bagi Pemerintah Kota Surabaya untui memiliki lokasi pengelolaan limbah B3.

Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, dengan penerbitan izin tersebut maka Pemkot tidak perlu lagi mengalihkan pembuangan limbah di luar Surabaya.

Sebenarnya Pemkot sudah menganggarkan untuk melakukan pengelolaan sendiri tahun kemarin.
‘’Tapi izinnya belum turun.’’ katanya, Kamis (10/10/2019).

Lampu hijau dari Kementrian Lingkungan tentang perizinan dikatakan alumnus ITS ini baru diterbitkan tahun ini.

Sehingga, penganggaran baru bisa dilakukan tahun depan. Ia menerangkan, selama ini pembuangan dan pengelolaan limbah B3 Surabaya mesih menjadi satu dengan Propinsi.

Sedangkan tempat pembuangan berada di lokasi Jawa Barat. Kendala pengolahan dan pembuangan B3 sediri lebin banyak dihasilkan dari buangan Rumah Sakit dan Industri.

Proses pengangkutannya sering terlambat. Bahkan hingga sebulan lamanya. “Kalau sudah punya sendiri tidak perlu lama,’’ imbuh pria yang akrab disapa WS ini.

Politisi PDIP ini menerangkan, dengan pengolahan limbah sendiri juga berdampak bagi daerah lainnya.

’’Wilayah di luar Surabaya juga bisa berkoordinasi. Sehingga tidak menjadi beban daerah dan juga propinsi nantinya,’’ kata pejabat yang digadang-gadang kembali maju dalam Pilwali Surabaya 2020 ini.@wan