Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ratih Retnowati non aktif sejak jadi tahanan, pimpinan DPRD Surabaya akan surati Partai Demokrat
Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Tony. FOTO: IWAN-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Ratih Retnowati non aktif sejak jadi tahanan, pimpinan DPRD Surabaya akan surati Partai Demokrat 

LENSAINDONESIA.COM: Sejak ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), Ratih Retnowati sampai hari ini tidak bisa menjalankan tugas dan fungsi legislatifnya sebagai anggota Fraksi Demokrat Nasdem DPRD Surabaya alias non aktif.

Posisi Ratih yang masih menjalani proses hukum ini menjadi sorotan publik.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Tony pun merasa khawatir persoalan hukum politikus Partai Demokrat itu menjadi preseden buruk DPRD dimata masyarakat bila didiamkan terlalu lama.

“Kita tidak menutup mata kalau ada masyarakat yang menilai kinerja anggota dewan tidak bisa maksimal karena anggotanya yang berkurang satu dari 50 menjadi 49 orang,” katanya saat ditemui wartawan di gedung DPRD Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Meski begitu, AH Tony memahami bahwa diskresi atas posisi Ratih di dewan adalah wewenang partai.

“Kita berharap Partai Demokrat bersikap bijak, karena persoalan ini bisa jadi kembang lambe (buah bibir) di masyarakat,” harapnya.

Karena itu, AH Tony meminta agar alat kelengkapan dewan (AKD) melakukan pencatatan riil dan konkret akan aktifitas Ratih selama di sidang maupun rapat komisi.

“Catatan ini yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Kehormatan untum diberikan ke pimpinan dewan. Pimpinan dewan nantinya yang akan menyurati partai yang bersangkutan terkait kinerja itu” jelasnya.

AH Tony juga berharap ada solusi dari Partai Demokrat yang menyenangkan semua pihak. “Solusi yang tidak merugikan dewan, partai maupun mbak Ratih.” tegas AH Thony tanpa menyebut solusi apa yang dia harapkan.

Seperti diketahui Ratih Retnowati merupakan salah satu tersangka dari 6 tersangka korupsi anggaran dana Jasmas TA 2016.

Dari 6 tersangka yang merupakan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 itu, hanya Ratih yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024.

Baca Juga:  Sektor UMKM meningkat, Kota Malang raih penghargaan Natamukti

Kasus itu masih ditangani Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.@wan