Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Baru dua bulan menikah, pria di Surabaya tega bakar istrinya
Polisi melakukan olah TKP di kamar kost korban. FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Baru dua bulan menikah, pria di Surabaya tega bakar istrinya 

LENSAINDONESIA.COM: Seorang suami di Surabaya tega membakar istrinya, Selasa (15/10/2019).

Prahara rumah tangga keluarga Purwanto (45) dan Putri (25) ini terjadi di sebuah rumah kost di Jl Ketintang baru II nomor 3A.

Putri dibakar saat sedang tidur di atas kasur kamarnya. Akibat kejadian ini, perempuan asal Bojonegoro tersebut mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya.

Heri Suwandono, saksi mata yang juga pemilik kost mengungkapkan, sebelum peristiwa pembakaran terjadi, pasangan suami istri itu sempat terlibat pertengkaran hebat.

Ketika itu, Heri membiarkan saja sebab menurutnya cekcok adalah hal biasa dalam rumah tangga. Apalagi bagi pasangan suami istri seperti Putri dan Purwanto yang baru dua bulan menikah.

Heri baru kaget ketika mendengar teriakan histeris dan adanya kepulan asap dari sebuah kamar yang ditempati Purwanto dan Putri. Spontan saja, Heri dan warga langsung membuka pintu kamar dan menolong Putri.

Warga juga berusaha mematikan api yang membakar korban dan isi rumah tersebut menggunakan alat seadanya.

“Awalnya cekcok. Lalu kok tiba-tiba (Putri) berteriak kesakitan karena dibakar oleh suaminya,” ungkapnya.

Heri mengatakan, dirinya tidak tahu persis alasan pria asal Pati, Jawa Tengah tersebut berbuat sekejam itu pada istrinya.

Kata Heri, Purwanto menempati tempat kost sejak 6 enam bulan lalu, sejak belum menikah dengan Putri.

“Menikahnya baru dua bulan lalu. Istrinya diajak tinggal disini baru satu bulan,” jelasnya.

Sementara saksi lainnya yang enggan disebut identitasnya mengatakan, pelaku (Purwanto) langsung melarikan diri menggunakan motor setelah membakar istrinya. “Setelah membakar, suaminya lari mengunakan motornya,” singkatnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar cukup parah dan dilarikan ke RS Islam, dan dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Baca Juga:  Kutuk aksi bom bunuh diri, Gus Anom: teroris bukan umat Rasulullah

Wakapolsek Gayungan AKP Widiantoro mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi yang tinggal satu rumah,” ungkapnya.

Pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Anggota kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” pungkas Widiantoro.@rofik