Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Karyono Wibowo: Pelantikan Jokowi akan berjalan mulus
Direktur Indonesian Public Institue (IPI) Karyono Wibowo (tengah) dan Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily (kanan). (foto: istimewa)
LENSA DEMOKRASI

Karyono Wibowo: Pelantikan Jokowi akan berjalan mulus 

LENSAINDONESIA.COM: Suhu politik menjelang pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih sejak pekan lalu terus memanas, memicu kekhawatiran dan dampak terhadap situasi politik hukum dan keamanan Indonesia.

Direktur Indonesian Public Institue (IPI) Karyono Wibowo menilai belum ada indikator kuat kekuatan yang menggagalkan pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Wolidodo-Ma’ruf Amin pada 20 Oktorber ini. Artinya, pelantikan Jokowi akan berjalan mulus sesuai agenda yang telah ditentukan.

Lebih jauh dijelaskan Karyono, bahwa dari sejumlah rentetan peristiwa yang terjadi saat ini tidak memiliki tujuan yang sama atau tunggal, mulai dari kerusuhan Wamena, Demo Mahasiswa, termasuk penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto memiliki agenda dan tujuan berbeda-benda dan berdiri sendiri.

“Saya belum melihat adanya indikator kuat untuk menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi 20 Oktober. Dan saya tak yakin ada aksi yang bisa menggagalkan,” ujar Karyono dalam duskusi publik yang bertajuk “Menakar Situasi Polhukam Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI” di Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Dalam diskusi kali ini didapuk sebagai pembicara diantaranya Politikus Golkar TB. Ace Hasan Syadzily, TA Dirjen IKP Kemenkominfo Dr. Hendrasmo, MA, dan Pengamat Intelijen Rr (Cand) Stanislaus Riyanta.

Dari pandangan pengamat politik ini, setidaknya ada dua tujuan utama yang dari sejumlah pihak yang diduga menciptakan ketidakstabilan situasi saat ini, syukur-syukur kalau bisa menggagalkan pelantikan.

“Tapi ada dua target minimal, yakni mengganggu stabilitas keamanan nasional negara, dan kedua mendeligitinasi pemerintahan Jokowi di periode kedua,” terangnya.

Karyono mengaku sangat setuju, jika pelantikan Jokowi – KH Maruf Amin harusnya disambut dengan pesta rakyat. Sebab rakyat sudah melakukan proses demokrasi konstitusional dengan baik. Bahkan sudah diputuskan secara final dan mengikat melalui Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga:  Kerja sama tiga aspek, Pelindo III optimalisasikan sirkulasi keuangan dengan BNI

“Karena itu, siapa pun dan apa pun bentuknya, jika ada kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan maka itu tindakan inkonstitusional,” jelas Karyono.

Ia juga mengingatkan, pelantikan 20 Oktober bukan persoalan Jokowi-KH Maruf Amin. Andai kata Prabowo-Sandiaga Uno yang menang pun, jelas Karyono, maka upaya penggagalan pelantikan tak bisa dibenarkan karena itu inkonstitusional.

“Entak Jokowi atau Prabowo yang menang, tak boleh ada upaya menggagalkan pelantikan. Kalau melakukan itu, berarti anti-demokrasi dan melakukan tindakan inkonstitusional,” tegas Karyono.

Pada diskusi itu, Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 adalah perayaan kemenangan rakyat. Maka seharusnya disambut dengan selebrasi kemenangan rakyat, yang sudah melaksanakan proses pemilihan pesta demokrasi.

“Seharusnya semua ikut menyambut dengan kegembiraan. Bukan ketakutan dan kekhawatiran yang memunculkan instabilitas politik,” ujarnya.

Kata Ace, pemilu sebenarnya sudah selesai. Prabowo pun sudah bertemu para pimpinan parpol koalisi pendukung Jokowi. Bagi Ace, demo mahasiswa di hampir seluruh kota besar tak ada kaitannya langsung dengan proses politik pelantikan Presiden.

“Jadi kalau ada yang mempersoalkan pelantikan presiden yang akan datang, saya mengambil kesimpulan meraka orang yang tak siap berdemokrasi atau mereka bahkan anti-demokrasi,” lanjut Ace.@licom