Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polrestabes Surabaya tangkap 9 anggota geng pelaku penyekapan dan penganiayaan
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menunjukkan berbagai barang bukti milik anggota Geng KP Jawara. FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Polrestabes Surabaya tangkap 9 anggota geng pelaku penyekapan dan penganiayaan 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Sat Reskrim Polrestabes Surabaya menangkap sembilan pemuda anggota geng KP Jawara yang diduga telah melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap
NHF (16) warga Pakis Surabaya.

NHF diduga merupakan anggota geng All Star, sebuah kelompok yang bermusuhan dengan geng KP Jawara.

Dari sembilan pemuda tersebut, dua diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dua tersangka itu adalah RI (18) warga Simorejo Surabaya dan IQ (20) warga Menganti, Gresik.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim cyber melakukan patroli dan mendapatkan video penyekapan tersebut di grup media sosial (facebook) kelompok KP Jawara.

“Saat anggota tim cyber melakukan patroli, mendapatkan video penyekapan yang dilakukan oleh sembilan pelaku yang menamakan dirinya sebagai geng KP Jawara,” terangnya, Senin (14/10/2019).

Sudamiran menyebut tujuh pemuda anggota geng KP Jawara yang sudah diperiksa penyidik tersebut masih dibawah umur, sehingga pihaknya menitipkan ke salter, tempat penanganan anak bermasalah hukum milik Pemkot Surabaya.

“Karena yang dua ini sudah dewasa, maka kami melakukan proses hukum dan ditahan disini (Polrestabes),” ungkapnya.

Hasil dari patroli tim cyber, Minggu 13 Oktober 2019 pada akun media sosial kelompok geng All Star yang akan melakukan balas dendam, melakukan patungan (sumbangan) untuk membeli bahan (plat) yang akan dijadikan senjata tajam.

Guna mengantisipasi terjadinya tawuran kedua geng tersebut, Sudamiran menyatakan terus melakukan patroli di media sosial.

“Tim cyber terus melakukan patroli terhadap akun media sosial kedua kelompok ini,” bebernya.

Sudamiran juga menyatakan, pihaknya juga mengharap peran orang tua untuk mengawasi anaknya.

Sementara itu, tersangka IQ mengaku melakukan penyekapan terhadap korban yang tergabung dalam geng All Star, karena merasa sakit hati setelah motornya dibawa kabur.

Baca Juga:  BCA kucurkan beasiswa Rp 5,3 miliar untuk 703 mahasiswa

“Saya sakit hati, karena motor saya pernah dibawa kabur,” ujarnya singkat.@rofik