Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
(Liputan khusus) Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn
Anggota dan pengurus Perwakos (Persatuan Waria Kota Surabaya) saat dijumpai tim Lensaindonesia.com di sekretariatnya di Jl. Banyu Urip Kidul sebelum bergeser di Jl Pacar Kembang Surabaya. eld
Bisnis

(Liputan khusus) Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn 

LENSAINDONESIA.COM: Waria, menyebut ungkapan ini banyak dipersepsikan mengarah pada prostitusi, AIDS, bahkan kekerasan dalam hubungan asmara. Namun di sisi lain, mereka sebenarnya juga mempunyai hak berkomunitas dan berkemampuan yang sama untuk berkarya dan beraktualisasi. Mereka juga ingin diperlakukan sama sebagaimana masyarakat pada umumnya bahwa waria tidak dikonotasikan negatif.

Persepsi negatif tersebut akhirnya mampu dibantah oleh Perwakos (Persatuan Waria Kota Surabaya) yang kini memberanikan diri melangkah dan menerjuni dunia Startup atau bisnis jasa online dengan modal skill yang mereka miliki, yakni di bidang tata rias.

Perwakos berdiri pada tahun 1978 yang diawali oleh Pangky Kenthut dan Ratna. Saat itu, lika-liku kehidupan mereka selalu nampak bergerombol di pinggir jalanan sembari menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial). Sehingga dengan berjalannya waktu, Walikota Surabaya di masa itu, Poernomo Kasidi memberi wadah lokasi pangkalan mereka di sekitar kawasan JL. Wijaya Kusuma Surabaya.
Di tahun 2000, Pangky jatuh sakit hingga meninggal yang kemudian digantikan oleh Yayuk Maturipva sampai tahun 2012 karena jatuh sakit. Kemudian Sonya Vanessa sebagai penggantinya dengan masa periode 2017 hingga 2022 nanti.

Terkait langkah mereka, Perwakos meyakini jasa berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ini akan mampu mengembangkan perekonomian mereka lebih maju yang akan mampu menepis persepsi negatif yang selalu tertuju kepada mereka.

 

Dari data Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) bahwa total kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun ini dapat mencapai 65% atau sekitar Rp2.394,5 triliun. Sedangkan di tahun lalu, realisasi kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai sekitar 60,34%. Untuk itu, mereka anggota Perwakos sangat optimis untuk terjun di dunia bisnis jasa online ini.

Baca Juga:  Di ISEF 2019, BI bakal luncurkan Wakaf Tunai dan Zakat Digital

Segmen jasa tata rias, merupakan keahlian sebagian besar anggota Perwakos yang dijadikan pilihan.Dengan anggota yang mencapai 395 lebih, mayoritas dari mereka berprofesi sebagai tenaga ahli tata rias. Data yang dihimpun oleh Lensaindonesia.com, ada sekitar 70 persen anggota Perwakos berprofesi sebagai tata rias panggilan. Dan sekitar 25 persennya mereka sudah memiliki salon pribadi.

Di bidang tata rias ini, waria cukup memiliki feel atau kepekaan terhadap eksplorasi dan inovasinya. Tak ayal, banyak bentuk ekspresi tata rias karya waria pun diacungi jempol di dunia kecantikan.

Untuk menggali informasi lebih dalam terkait rencana Perwakos menerjuni bisnis startup bidang tata rias ini, tim Lensaindonesia.com menjumpai Denok, selaku Program Manager Perwakos.(bersambung bag 2)