Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polres Tulungagung tangkap pelaku penyerangan rombongan Banser
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menghadirkan Dedi Arafika, pelaku penyerangan rombongan Banser. FOTO: ROFIK-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Polres Tulungagung tangkap pelaku penyerangan rombongan Banser 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Satreskrim Polres Tulungagung berhasil menangkap pelaku penyerangan terhadap rombongan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) pada Minggu 13 Oktober 2019 lalu.

Palaku yang diketahui bernama Dedi Arafika Susanto Putro (28) warga Desa Talun Kulon, Bandung, Tulungagung tersebut ditangkap di wilayah Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, Dedi Arafika ditangkap pada Selasa 15 Oktober 2019.

Eva Guna Pandia menyampaikan, dalam mengungkap pelaku kasus ini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut mengarah terhadap Dedi Arafika Susanto Putro adalah pelakunya, sehingga pihaknya menetapkan sebagai tersangka.

“Dalam melakukan aksinya, tersangka mengaku mempunyai masalah dengan salah satu perguruan pencak silat (pagar nusa) dan saat rombongan Banser melintas, dipikirnya kelompok perguruan tersebut sehingga langsung diserang dengan lemparan batu,” terang Pandia, Kamis (17/10/2019).

Kapolres mengungkapkan, memang sebelum penyerangan terhadap Banser, ada rombongan anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa lewat di Desa Talun Kulon.

Rombongan ini, kata Pandia, terlibat konflik dengan warga setempat.

“Tak berselang lama, muncul rombongan Banser. Warga mengira rombongan ini bagian dari rombongan Pagar Nusa, sehingga mereka kembali menyerang,” paparnya lebih lanjut.

Akibat lemparan batu yang dilakukan Dedi Arafika, seorang anggota Banser bernama Suwardi (33) mengalami luka dibagian matanya.

Dalam konfrensi pers yang dihadiri oleh para tokoh NU, Banser dan perguruan lainnya tersebut, Kapolres berharap agar semua pihak mempercayakan proses hukum kepada Polri.

“Terkait kasus ini, agar rekan-rekan Banser mempercayakan proses hukum ke polisi,” tambah Pandia.

Guna mencegah permasalah makin meluas, Kapolres dalam waktu dekat mengajak seluruh perwakilan perguruan untuk bersilaturahmi.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang seluruh perguruan silat, dan akan meminta identitas dari pada anggotanya, sehingga setiap ada permasalahan hukum ada yang bertanggung jawab dan menyerahakan kepihak berwajib,” pungkasnya.@rofik

Baca Juga:  Survei IPOL Indonesia, elektabilitas Cawali Surabaya Whisnu Sakti dan Eri Cahyadi tertinggi