Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (2)
Denok, Program Manager Perwakos: "Perwakos segera membesut website khusus jasa tata rias dengan dukungan tenaga ahli IT (Information and Technology) yang ada!"
Bisnis

Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (2) 

LENSAINDONESIA.COM: Saat dijumpai di Sekretariat Perwakos yang ada di kawasan JL. Banyu Urip Kidul, Denok dengan wajah optimis dan nada lantang berpendapat jika Perwakos beranjak dan memanfaatkan digital marketing atau startup bidang tata rias ini suatu keharusan.

Disadari, memang untuk segmen bisnis online bidang tata rias hingga saat ini masih belum ada yang menerapkan dengan serius, apalagi jika pengembangannya sudah merambah pada layanan berbasis aplikasi. Selain itu, Niche Market (ceruk pasar) di bisnis tata rias online ini masih berpotensi tinggi. Otomatis bisnis tata rias online secara konvensional akan terkikis secara perlahan.

“Jika kita ini menggunakan metode tradisional terus, yah udah ketinggalan. Bisnis jasa Online  atau apalah yang disebut startup itu harus kita tempuh. Akan tetapi juga tidak harus meninggalkan yang analog juga, sebab keduanya saling mendukung. Inovasi ini merupakan agenda Perwakos untuk perkembangan sumber daya manusia menuju kemandirian anggota kami,” tegas Denok.

Tak dipungkiri, anggota Perwakos mayoritas memiliki skill tata rias, dan mereka pun sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa tersebut, Mulai layanan jasa wedding panggilan, tata rias, make up wisuda yang sebelumnya mengandalkan sosmed (sosial media).

Tekad mereka untuk membuat terobosan menciptakan sebuah web online tata rias ini sudah bulat. Mereka optimis siap bersaing dengan jasa salon dan kapster proffessional yang dipastikan bertarif jasa tinggi. Untuk itu, mimpi mereka melalui web jasa tata rias online ini bisa dijangkau di semua kalangan masyarakat.

Perwakos segera membesut website khusus jasa tata rias dengan dukungan tenaga ahli IT (Information and Technology) yang ada untuk memperindah tampilan website serta sumber daya manusia untuk maintenance serta merekrut tenaga potensial.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tahan oknum perwira yang dilaporkan selingkuhi istri orang

“Strateginya, kita perlu klasifikasikan skill terlebih dahulu, diantaranya ahli tata rambut, make up, facial, dan lainnya. Namanya bisnis online, itu harus bisa digunakan jasanya secara mobile (berjalan,red). Sehingga bisnis tata rias online kita ini bisa dipersepsikan salon berjalan. Selain itu, tarif kompetitif dan hasil maksimal itu jadi kunci sukses bisnis ini,” ucap Denok.

Langkah ini juga memerlukan proses, karena memerlukan edukasi internal maupun eksternal dari Perwakos. Dan edukasi tersebut meliputi pengenalan karakter waria terlebih dahulu agar pandangan terhadap mereka tidak salah. Kemudian penyisipan paham bahwa waria juga punya sisi positif kepada masyarakat dan korelasinya jasa salon lewat website tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan jasa tata rias professional lain.

“Masyarakat harus tahu bahwa waria itu nggak gaptek, pinter IT, pinter bisnis. Waria punya organisasi yang sudah dilegalkan pemerintah seperti Perwakos ini yang sudah berdiri cukup lama. Untuk itu, melalui inovasi website tata rias ini, kita kenalkan jasa- jasa yang ditawarkan. Dan itu bisa dikomparasi terkait kualitas dan harga. Sebab kami yakin bermodal keramahan, kebersihan, kualitas, harga bersaing dan tepat waktu kami akan mampu bersaing,” ungkap Denok.

Mimpi Perwakos di Startup mampu menjadi Unicorn

Dalam hal pemasaran, Denok cukup membidangi dengan bermodal pengalamannya yakin terealisasi maksimal. Namun, hal tersebut tak lepas dari kebersamaan anggota Perwakos. Selain itu, Denok memahami untuk keberhasilan bisnis tersebut sangat diperlukan pemahaman sisi geografis di Surabaya. Sebab rencananya, bisnis startup tata rias yang dibidani Perwakos ini sementara menyasar kota Surabaya dahulu.

“Saya yakin 1000 persen dengan bisnis ini akan menjadi Unicorn (bisnis rintisan berkapitalisasi lebih dari $1miliar). Namun, realisasinya bukan dalam waktu sekejap. Kita tahu butuh waktu dan proses untuk menuju masa panennya. Sebab sebagai pebisnis, saya memahami di awal tahun pertama dan kedua yah biasa-biasa saja, tapi tahun ketiga pasti bisa merasakan hasilnya. Yang terpenting perkenalan itu dilakukan secara kontinyu,” ujarnya.

Baca Juga:  Naik 8,51%, ini daftar besaran UMK 38 Kabupaten/Kota 2020 yang ditetapkan  Gubernur Jatim

Tata rias itu mempunyai pangsa pasar cukup besar, dan tentunya memiliki standar kualitas. Karena standar tersebut mampu mengukur hasil dan professional nya sumber daya manusia startup besutan Perwakos tersebut, apalagi dengan sistem layanan panggilan sudah menjadi tren. Cukup melalui piranti smartphone, hidup serasa ada di genggaman tangan.

“Sekarang ini kan banyak orang yang malas untuk keluar karena macet. Apalagi masyarakat sudah banyak yang punya smartphone, adanya perangkat tersebut mereka bisa menikmati layanan jasa secara online yang serasa dunia ada digenggaman. Yang terpenting, hasil tata rias yang berstandar tinggi itu nampak penuh keberanian bereksplorasi. Sinkron terhadap bentuk wajah, tubuh, kulit dan sedap dipandang,” beber Denok.

Denok sempat mengungkapkan bahwa peluang bisnis startup tata rias ini potensi pasarnya mencapai 40 persen secara nasional.

“Kenapa kok nggak sampai 70 persen? Sebab saat ini marak akun-akun dan website bodong. Sehingga banyak orang lebih sreg ketemu langsung atau CoD (Cash on Delivery) dari pada merekrut tenaga via online. Itu yang harus kita perjuangkan bahwa menggunakan jasa via online menggunakan sistem tracking (pemantauan) itu baru bisa dipercaya,” tukasnya.(bersambung ke bag 3)