Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (3)
Denok, Program Manager Perwakos: "Perwakos segera membesut website khusus jasa tata rias dengan dukungan tenaga ahli IT (Information and Technology) yang ada!"
Bisnis

Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (3) 

LENSAINDONESIA.COM: Membangun sebuah bisnis :startup tentunya tak luput dari sisi permodalan, skill sumber daya manusia berbasis IT, strategi pemasaran yang cepat dan akurat, serta loyalitas tinggi.

Perwakos tak menyerah dengan kondisi yang ada untuk merealisasikan website tata rias online. Justru bagi mereka, keterbatasan bukanlah kendala, namun dijadikan tantangan oleh mereka.

“Jika website itu berjalan, itu artinya kita sudah menjadi komunitas yang berdaya. Kita akan berupaya dengan mengumpulkan modal dari teman-teman Perwakos sendiri. Dengan visi dan misi yang sejalan, saya yakin semua tantangan apapun akan terlampaui. Memang sementara ini kita berjalan melalui website, sebab kita memanfaatkan tenaga yang ada. Dan mimpi kami ingin juga memiliki lokasi atau kantor, ini untuk mengakomodir customer yang ingin berkunjung dan ingin langsung memperoleh jasa dan layanan kita,” tutur Denok.

Penuh tantangan, kurun waktu 2 tahun pasti berjalan dinamis

Optimisme bahwa bisnis startup bidang tata rias ini akan mapan dalam tempo 2 tahun itu pun bukan hanya isapan jempol semata jika dibidangi oleh para ahlinya. Apalagi dengan adanya tenaga serta pengalaman dan jaringan kuat maka bisnis ini bisa terealisasi secara maksimal.

“Setahun itu masa kerja keras, tahun kedua sudah tidak kerja keras dan di tahun ketiga sudah bisa menikmati hasil bahkan bisa lho merambah pasar nasional, apalagi Jatim ini saya sudah paham, karena saya juga sudah punya bisnis online yang sudah mapan,” terangnya.

Pada prinsipnya, bisnis startup tak lepas dari motif promo secara konsisten dan berkelanjutan, dengan desain promo anti mainstream, serta diskon menarik, bisnis market place tata rias ini akan berjalan optimal.

“Website atau aplikasi ini harus realisasi maksimal. Rencana awal yang kita sasar adalah masyarakat Surabaya dahulu. Dengan sendirinya akan meluas. Secara nggak langsung, orang yang pernah menikmati layanan jasa kita akan bercerita ke yang lain. Yang pasti harus out of the box (inovatif dan berbeda), promo berkesinambungan, tentunya diimbangi dengan diskon dan tarif miring.Saya yakin, ini bisa jadi contoh dan role model dari lembaga waria-waria di kabupaten dan kota lain bahkan seluruh Indonesia,” optimis Denok.

Baca Juga:  Ini pesan Presiden kepada Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan-Jin di Istana Merdeka

Masih menganut paham bisnis rintisan, semuanya dimulai dari segmen mikro terlebih dahulu. Untuk meraih yang makro, akan dilakukan di tahapan lanjutan.

“Prinsip saya itu yang penting “cilik-cilik sing penting mlaku (kecil-kecil dahulu yang penting jalan,red) dan tunjukkan bahwa kamu punya kerja nyata, realita dan kualitas.Wedding itu pasti akan ada, tapi jasa make up wisuda, make up kartinian, make up kondangan dan Natalan dan momen lain harus dilayani. Nggak apa-apa kendati kecil-kecil dulu yang penting pelanggan puas. Kalem-kalem dulu, nggak perlu terlalu tinggi-tinggi angan-angannya, sebab jatuhnya akan sakit jika tak terjadi. Sebab tidak mungkin mimpi itu tidak bisa diraih, dan pasti bisa dengan cara dan keyakinan kita sendiri. Yang penting jangan melihat batasan kita sendiri,” tukas Denok.(bersambung ke bag 4).